Ini Akibat Angin Ban Kurang, Boros BBM hingga Kecelakaan

Ini Akibat Angin Ban Kurang, Boros BBM hingga Kecelakaan
Tekanan angin ban mobil yang kurang dari ukuran yang direkomendasikan pabrikan, bukan hanya menjadikan mobil boros BBM tetapi juga berbahaya bagi keselamatan berkendara - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Topik pembicaraan soal pentingnya tekanan angin ban kendaraan bermotor – termasuk mobil – bukanlah topik baru, meski begitu tak sedikit orang yang abaik atau tak menyadari betapa pentingnya ketepatan takaran tekanan angin ban ini. Pasalnya, tak hanya kerugian ekonomi saja jika tekanan “sepatu” mobil itu diabaikan, tetapi juga potensi terjadinya kecelakaan.

“Kasus kecelakaan yang sering terjadi di jalan tol, menurut data kepolisian (Korps Lalu-lintas Polri) yang terbanyak disebabkan oleh pecah ban. Kenapa ban pecah? Karena tekanan anginnya yang kurang dari ukuran yang semestinya,” tutur Management Trainee PT Sumi Rubber Indonesia – produsen dan pemasar ban Dunlop – Bambang Hermanu Adi saat ditemui di sela acara feeling test ban anyar Dunlop SP Sport LM705 di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/2/2020).

Menurut Bambang, ban yang isi anginnya kurang dari ukuran semestinya, permukaannya akan datar (flat). Sehingga, tampang telapak ban banyak yang bergesekan dengan permukaan lintasan atau jalan semakin lebar. Padahal, normalnya – jika tekanan angin ban sesuai ukuran yang direkomendasikan pabrikan – permukaan ban tidak 100% datar atau bersentuhan seluruhnya dengan permukaan jalan.

Tekanan angin yang tepat, jelas Bambang, akan menjadikan bagian pinggir ban sedikit ada jarak dengan permukaan jalan atau lintasan. Begitu pun dengan bagian depan dan belakang. Jika diamati, kondisi yang normal itu, ban sedikit “jinjit”. Bukan datar menapak lintasan baik di samping kiri maupun kanan, serta di bagian depan dan belakang.

Cek tekanan angin ban secara rutin untuk memastikan kondisinya masih sesuai dengan ukuran yang direkomendasikan pabrikan – dok.Motoris

“Karena permukaan telapak ban yang bergesekan dengan keras dengan lintasan semakin banyak, maka suhu ban semakin panas. Dan pada titik panas tertentu, kawat yang menjadi rangka ban akan putus saat melindas titik tumpuan di jalan yang keras. Jika kawat sudah putus, maka karet ban tidak tertahan dengan kuat. Sehingga saat bagian ban yang sudah tertahan rangka kawat itu (karena sudah putus) melindas benda keras, ban akan sangat mudah pecah. Mobil pun bisa kecelakaan,” papar Bambang.

Boros BBM 5%
Selain menyimpan risiko fatal seperti itu, kerugian ekonomi berupa borosnya konsumsi bahan bakar juga bisa terjadi. Sebab, lanjut Bambang, dengan tekanan angin ban yang kurang, maka permukaan telapak ban akan datar alias lebih banyak yang bersentuhan dengan permukaan jalan.

Dalam kondisi seperti itu, maka laju mobil akan lebih berat. Ketika pengemudi membejek pedal gas kendaraan lebih dalam, maka bahan bakar yang dibutuhkan mesin untuk menghasilkan tenaga, juga lebih banyak.

“Tekanan angin ban yang kurang dari ukuran yang ditetapkan oleh pabrikan itu memberi sumbangan sekitar 5% dari borosnya konsumsi bahan bakar. Bahkan bisa lebih. Memang, soal boros tidaknya konsumsi BBM (bahan bakar) mobil itu juga tergantung bagaimana orang yang bawa (pengemudi) menyetir, tetapi kalau tekanan angin ban kurang, borosnya (lonsumsi BBM) tambah segitu (5%),” ujar Bambang.

Jika ingin menambah tekanan angin ban lebih dari yang direkomendasikan pabrikan sebaiknya tidak lebih dari 2 psi – dok.Motoris

Dia juga mewanti-wanti agar mengisi ban dengan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Jika ingin menambah tekanan melebihi ukuran yang ditetapkan, batas toleransinya tak lebih dari 2 psi.

Sebab, ban yang berisi angin  melebihi takaran akan bersifat deflektif atau memantul. Kondisi ini selain menjadikan penumpang tidak nyaman, kondisi ini juga berbahaya. Traksi atau daya cengkeram ban terhadap lintasan juga bisa berkurang.

“Jadi kalau ditanya, sebaiknya tekanan angina ban kurang atau melebih ukuran yang direkomendasikan. Jawabnya, lebih bagus pas atau sesuai. Kalau mau lebih jangan melebihi 2 psi penambahannya,” imbuh Bambang. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This