Enam Langkah Mudah Bikin Aki Motor Tidak Cepat Aus

Enam Langkah Mudah Bikin Aki Motor Tidak Cepat Aus
Ilustrasi, aki baru untuk sepeda motor - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Aki merupakan salah satu komponen pening di kendaraan bermotor – termasuk sepeda motor – karena menjadi sumber tenaga listrik yang ada bagi kendaraan termasuk berbagai aksesorisnya. Lantaran itulah, jika aki rusak atau soak, bukan mustahil pengendara (dalam tpik bahasan kita kali ini sepeda motor) akan menemui kesulitan atau permasalahan.

Bicara masalah pada aki, ternyata bukan hanya aki yang telah masa pakainya telah mendekati habis atau telah habis (yang rata-rata dua tahun , sesuai dengan standar pabrikan ), tetapi juga karena perlakuan pengguna sepeda motor terhadap perangkat sumber kelistrikan itu.

“Umumnya, tanpa disadari banyak prilaku yang bisa memicu munculnya penyebab aki cepat aus. Sehingga, masa pakai atau umurnya tidak maksimal hingga dua tahun. Tetapi, sebaliknya jika aki dirawat dengan baik, tidak mustahil masa pakainya bisa tiga tahun,” papar pemilik toko aki Sinar Jaya, Jalan Maulana Hasannudin, Poris, Cipondoh, Tangerang, Fachrul Rachman, saat ditemui Motoris, di Tangerang, Kamis (10/9/2020).

Seperti halnya kendaraan bermotor lainnya, aki sepeda motor juga dibuat dalam varian aki basah dan aki kering. Fachrul mengingatkan, meski aki kering, namun bukan berarti tak membutuhkan perawatan sama sekali.

Ilustrasi, gerai penjualan aki Sinar Jaya, Jalan Maulana Hasannudin, Porism Cipondoh, Tangerang – dok.Motoris

“Aki kering juga membutuhkan perawatan. Selama ini orang salah persepsi bahwa aki kering bebas sama sekali perawatan. Yang benar adalah, minim perawatan. Minimal mengisi ulang cairan elektrolitnya,” kata dia.

Perlakuan yang benar
Tetapi, yang juga tak kalah penting adalah cara merawat aki tersebut melalui penggunaan motor yang benar pula. Pertama, gunakan kendaraan atau minimal memanasi mesinnya sedikitnya lima hingga 10 menit.

“Kalau tidak setiap hari, paling tidak dua hari sekali. Ini penting agar alternator yang memasok daya ke aki juga bekerjam sehingg tegangan listrik yang ada di aki tetap terjaga kestabilannya,” ucap Fachrul.

Kedua, jangan terlalu banyak memasang aksesoris motor yang terlalu mengonsumsi arus listrik. Pasalnya, aki juga memiliki kapasitas daya maksimal untuk memasok listrik, sehingga jika daya yang digunakan melebihi kemampuannya maka aki akan cepat aus.

Ilustrasi, memanaskan mesin sepeda motor – dok.Istimewa

Ketiga, pastikan terminal tetap bersih. Jangan biarkan kerak putih menempel pada kedua terminal. Sebab, jika itu terjadi, maka beban kerja aki semakin berat karena harus menghadapi hambatan kotoran itu.

Keempat, jangan pernah membiarkan kondisi kontak dalam posisi on, tetapi mesin motor dalam keadaan mati. Terlebih, motor keluaran terbaru lampu utamanya telah menggunakan teknologi Automatic Head On (AHO), sehingga jika lampu menyala sementara mesin mati, arus aki akan tersedot, dan membuatnya cepat aus.

Ilustrasi, terminal aki motor – dok.Motoris

Kelima, jangan memaksakan menggunakan electric startet jika telah berulang kali digunakan tetapi mesin motor tak menyala juga. Lebih baik, gunakan kick starter, sehingg mesin cepat menyala dan alternator langsung berfungsi.

“Sebab, dengan tidak berfungsinya electric starter itu dikarenakan arus daya dan tegangan di aki sudah melemah. Atau minimal karena posisinya yang sudah melemah sehingga perlu dicas, dan pengecasan yang paling cepat dan instan dalam kondisi darurat adalah menggunaan alternator di motor itu sendiri,” papar Fachrul.

Ilustrasi, aki motor yang telah terpakai alias bekas – dok.Motoris

Keenam, hindarkan kemungkinan adanya bocor di bodi atau badan aki. Meski uvang yang terjadi sangat kecil, tetapi bisa berakibat fatal, Sebab, lubang menjadikan udara masuk dan bereaksi dengan komponen penting aki, dan membuatnya rapuh yang berujung aus. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This