Berapa Tekanan Angin Ban Ideal Saat Hujan? Ikuti Saja Anjuran Pabrikan

Berapa Tekanan Angin Ban Ideal Saat Hujan? Ikuti Saja Anjuran Pabrikan
Ilustrasi pengecekan tekanan angin ban - dok.Thought.co

Jakarta, Motoris – Memasuki bulan November intensitas curah hujan di Indonesia semakin meningkat, dengan cakupan area yang meluas. Oleh karena itu, bagi pengguna kendaraan – baik roda empat maupun roda dua – kewaspadaan dan kecermatan dalam mempersiapkan maupun saat berkendara wajib diperhatikan.

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama November curan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan teradi di 131 Zona musim, atau 38,3% dari total wilayah zona musim yang ada. Sedangkan di bulan Desember di 56 zona musim atau 16,4%.

Untuk menyikapi kondisi hujan ini, salah satu tindak kewaspadaan yang perlu dilakukan adalah memperhatikan tekanan kondisi uiran atau alur telapak ban kendaraan. Disarankan agar kondisi ukiran ban paling minimal 60%, sedangkan angin ban tetap sesuai dengan patokan yang disarankan oleh pabrikan, bukan menambah atau menguranginya.

Pertanyaan soal tekanan angin ban ini banyak mencuat, karena tak sedikit orang yang menyarankan agar pengguna mobil murangi tekanan angin 2 psi hingga 4 psi. Hal itu, menurut mereka, untuk memperkuat daya cengerkam (traksi) ban karena lintasan yang basah seiring genangan air hujan.

Ilustrasi, kondisi alur atau ukiran di telapak ban – dok.Motoris

“Karena dari kondisi kering ke basah atau hujan meskipun perbedaan kondisi permukaan lintasan atau jalan, tetapi tidak berpengaruh terhadap daya cengkeram atau traksi ban. Tingkat kemampuan traksi ban tidak tergantung tekanan angina ban, tetapi lebih ke kondisi ukiran atau alur tapaknya. Justeru berbahaya, ketika tapak permukaan ban sudah halus atau gundul, lalu angina berkurang atau sebaliknya,” ungkap Head Technical Oto Mekanika, Tangerang, Juli Agustono, saat ditemui, Rabu (4/11/2020).

Oleh karena itu, Juli mewanti-wanti agar pemilik kendaraan tidak mengurangi atau menambah tekanan angin ban kendaraannya melebihin patokan takaran dari pabrikan. Namun, lebih disarankan untuk melihat kondisi kedalaman ukuran atau alur tapak ban.

Jika alur tapak sudah di bawah 60% sebaiknya sudah sangat hati-hati atau lebih baik menggantinya. Karena ukiran itulah yang mencengkeram permukaan lintasan jalan.

Ilustrasi, ban yang tekanan anginnya kurang dari standar yang ditetapkan mudah pecah- dok.Istimewa

“Dan tentunya hitungan-hitungan pabrikan ini sudah melalui berbagai pengujian lapangan maupun laboratorium terhadap kondisi ban di segala kondisi maupun medan. Sehingga menetapan tekanan angina ban yang digunakan oleh mobilnya harus sekian untuk ban depan dan sekian untuk ban belakang. Itu senaiknya yang dipatuhi,” saran dia.

Juli juga meminta masyarakat untuk tidak berandai-andai atau berasumsi dalam hal tekanan angina ban. Sebab, tekanan angin meski terdengar sepele, namun sangat berpengaruh penting terhadap aspek keselamatan. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This