Begini Cara Mengemudi Mobil Matik yang Aman di Saat Banjir

Ilustrasi, mengemudikan mobil menerjang banjir – dok.Istimewa via Unda Consulting

Jakarta, Motoris – Dalam beberapa pekan terakhir hingga beberapa waktu mendatang, kondisi cuaca di Indonesia diperkirakan masih diwarnai curah hujan dengan intensitas beragam. Seiring dengan kondisi ini potensi banjir di sejumlah kota patut diwaspai, termasuk saat berkendara mobil.

Pasalnya, tak sedikit orang yang harus tetap beraktifitas menggunakan mobil meski di tengah banjir karena alasan yang mendesak atau karena alasan lainnya. Meski, potesni risiko yang tinggi juga mengintai.

Mengingat fakta ini, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi, memberikan tips bagaimana mengemudi mobil matik di saat banjir secara benar, aman, sekaligus nyaman.

“Kami berharap, melalui sharing tips ini Sahabat dapat melakukan pencegahan dan lebih waspada ketika memang terpaksa harus berkendara pada kondisi banjir,” ujar dia dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Ilustrasi-mobil-menerjang-banjir-dok.The-Sun

Berikut cara mengendarai mobil matik yang disarankan Bambang:

Pertama, pastikan saluran masuk udara tidak terendam air. Sebab, jika saluran masuk udara (air inlet) terendam air, maka dapat membuat terjadinya water hammer, kondisi dimana air dapat masuk pada ruang pembakaran.

Hal ini bisa menyebabkan mesin mobil menjadi rusak. Oleh karena itu, pastikan ketinggian genangan air tersebut tidak lebih dari setengah roda. Jangan memaksakan diri melewati jalan yang genangan airnya tinggi.

Kedua, gunakan gir paling rendah (1 atau L). Hal ini bertujuan agar kecepatan mobil tetap stabil dan putaran mesin pun akan lebih bertahan. Selain itu, gas buang yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot sehingga air bisa tertahan dan tidak masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan.

Ilustrasi, mobil menerabas banjir – dok. Go Car Warranty

Ketiga, melaju secara perlahan dan konstan. Ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi membahayakan, seperti adanya lubang besar di jalan yang tentunya dapat membahayakan kendaraan.

Keempat, matikan mesin di saat mogok. Ketika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil dan membuat mesin mati atau mogok, sebaiknya jangan mencoba menghidupkan mesin kembali.

Sebab, menghidupkan mesin dapat membuat kerusakan parah pada bagian tersebut. Sangat disarankan untuk menghubungi bengkel resmi terdekat.

Ilustrasi, menerobos banjir – dok.Auto Trasport 123

Kelima, keringkan dengan cara sederhana. Caranya, cukup berkendara dengan kecepatan lambat sekitar 5 km/jam. Setelah itu remlah mobil berkali kali secara perlahan. Tujuannya untuk memastikan bahwa mobil memang masih dalam kondisi yang baik dan kampas rem kering. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This