Defogger, Fitur Penting yang Sering Terlupakan: Ini Cara Merawatnya

Defogger kaca belakang mobil – dok.Team-BHP.jpg


Tangerang, Motoris – Setiap mobil dilengkapi fitur defogger alias penghilang embun di kaca, sebagai salah satu fitur penunjang keamanan dan kenyamanan berkendara khususnya membantu pengemudi agar pandangannya ke bagian depan maupun belakang mobil tak terhalang pada saat hujan dan kaca berembun. Oleh karena itu, jika defogger – yang di kaca mobil (di bagian belakang) wujudnya berupa garis-garis tipis yang terbuat dari tembaga itu – rusak atau bermasalah, maka kenyamanan berkendara juga terganggu.

Di mobil – rata-rata saat ini – ada dua defogger yakni untuk kaca bagian depan umumnya berupa embusan angin. Sedangkan di kaca belakang, defogger terbuat dari filamen tembaga yang pengoperasiannya menggunakan cara kerja elektrik.

“Nah, yang kita bahas sekarang ini defogger belakang. Sampai sekarang ini, jarang orang mengeluhkan adanya kerusakan defogger yang wujudnya garis tipis di bagian kaca belakang mobil. Tetapi, kalau sudah rusak, sulit diperbaiki. Kalau pun bisa – misalnya di solder – hasilnya tidak akan sesempurna seperti sediakala,” ujar Mekanik Senior Auto Mekanika – bengkel mobil di Paku Jaya, Serpong, Tangerang Selatan – Dwi Nuryanto, saat ditemui, Selasa (30/3/2021).

Tombol dan simbol defogger untuk kaca depan dan belakang di mobil-dok.Isimewa

Oleh karena itu, Nuryanto mewanti-wanti agar pemilik mobil memahami cara pengoperasian fitur tersebut dan perawatannya. Sebab, kata dia, hingga kini tidak sedikit pemilik mobil yang tidak mengetahui keberadaan fitur itu maupun memahami fungsi maupun cara mengoperasikannya.

“Ini fakta yang ada di masyarakat kita, baik pemilik mobil tidak sedikit yang memahami keberadaan dan penggunaan defogger itu. Sementara yang mengerti banyak yang lupa atau tidak hirau dengan cara merawatnya. Sebab, sebagian besar orang mengira cukup dengan AC yang aktif embun akan hilang dengan sendirinya,” papar dia.

Agar defogger awet sebaiknya pengoperasiannya dilakukan secara tepat, yakni gunakan saat kaca benar-benar berembun. Kemudian non aktifkan atau matikan ketika embun di kaca telah hilang.

“Pengoperasiannya cukup tekan tombol (di dekat setir) bergambar embusan embun atau seperti garis-garis bengkok yang melambangkan embusan angin. Ini untuk defogger yang di kaca belakang. Jangan mengaktifkan di saat hujan baru mulai terjadi, tetapi sebaiknya di saat embun benar-benar pekat di kaca,” terang Nuryanto.

Defogger kaca belakang pada mobil Hyundai i10- dok.Istimewa

Kedua, berhati-hati dengan soket atau konektor defogger – dari bahan timah – yang posisinya berdiri. Peranti ini sangat rentan tersenggol saat kaca dilap. Karena berhati-hatilah saat mengelap bagian dalam kaca belakang mobil.

“Jika ingin mengelap bagian dalam kaca mobil sebaiknya menggunakan kain yang lembut dan pelan,” imbuh Nuryanto. (Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This