Ini Tanda-tanda Oli Transmisi Manual Mobil Perlu Diganti

Ilustrasi, tuas transmisi manual mobil – dok.Driving


Jakarta, Motoris – Tidak seperti halnya mobil bertransmisi otomatis (matik) yang lebih mengandalkan keberadaan oli dalam sistem kerja transmisinya, mobil bertransmisi manual – meski juga membutuhkan oli transmisi – namun sistem kerja transmisinya bukan semata-mata menganadlkan keberadaan pelumas itu. Lantaran itulah, banyak pemilik mobil transmisi manual yang sering “lupa” atau “abai”terhadap jadwal penggantian oli transmisi mobilnya.

Padahal, seperti diungkap Mekanik Senior Auto Klinik Cipondoh, Tangerang, Uu Suhandi, perilaku seperti itu salah. Sebab, penggantian oli transmisi manual secara berkala sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan pembuat mobil, akan menyebabkan komponen transmisi tetap terjaga dengan baik.

“Karena transmisi itu bekerja keras setiap mobil dijalankan. Perangkat ini berfungsi mentransfer tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke roda mobil, dan sekaligus mengaturnya sesuai dengan kecepatan yang diinginkan pengemudi melalui perpindahan posisi gigi transmisi. Karena itu, komponen-komponen harus tetap dalam kondisi prima jika ingin sistem kerjanya juga bagus,” papar Uu saat ditemui di Cipondoh, Tangerang, Rabu (31/3/2021).

Menurut pria yang berpengalaman 16 tahun sebagai mekanik di bengkel resmi agen pemegang merek mobil asal Jepang ini, kendati pabrikan merekomendasikan penggantian oli transmisi manual dilakukan saban 40 ribu kilometer, namun penggantian oli bisa saja harus dilakukan sebelum rentang jarak itu.

Ilustrasi proses penggantian oli transmisi manual mobil dok.Istimewa via Audiworld

“Penyebabnya, kondisi komponen transmisi yang ada di mobil bersangkutan. Ini terkait dengan cara memakai transmisi oleh pengemudi. Kalau cara mengoperasikannya kurang baik, berpengaruh ke komponen transmisi. Jika terjadi seperti ini, maka penggantian oli jarak waktunya juga lebih dekat,” kata dia.

Secara umum, apakah oli transmisi manual saatnya sudah harus diganti atau belum bisa dikenali dari tanda-tanda yang umum terjadi. Gejala yang paling sering ditemukan sebagai tanda oli transmisi perlu diganti adalah, pengemudi kesulitan memasukkan gigi transmisi.

“Saat ingin memindah gigi, persneling agak keras sehingga sulit berpindah ke gigi yang diinginkan. Memang, ini bisa saja kampas kopling yang sudah aus, tetapi kejadian yang paling sering ditemukan, karena oli yang perlu diganti,” jelas Uu.

Ilustrasi, pengisian oli transmisi – dok.Istimewa via Car Treatments

Tanda kedua yang juga kerap ditemui adalah, suara mendengung dari arah transmisi. Ketiga transmisi yang bergetar kala mobil dalam kondisi stationer atau berhenti.

“Tanda lainnya yang juga menjadi sinyal oli transmisi manual perlu diganti adalah warna oli yang sudah menghitam pekat,” imbuh Uu. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This