Jangan Abaikan, Ini Cara Aman Nyetir Mobil Matik di Tanjakan dan Turunan

Ilustrasi, mengemudi mobil bertransmisi otomatis – dok.Istimewa via RAC

Jakarta, Motoris – Mobil bertransmisi otomatis (matik) bagi masyarakat Indonesia bukanlah sesuatu yang asing, bahkan digemari – khususnya masyarakat perkotaan – ketika saban hari harus berhadapan dengan kemacetan yang mengharuskan laju kendaraan stop and go. Hanya, meski telah akrab dan biasa mengemudikan mobil bertransmisi jenis ini, ternyata tak sedikit pemilik mobil yang belum memahami kaidah yang benar mengemudikannya di tanjakan dan turunan tajam.

Menurut Instruktur Safety Driving Java Adventures, Poengki Eko Haryanto, hingga kini tak sedikit pemilik mobil matik yang mengartikan mobil transmisi matik itu, sistem kerjanya akan secara otomatis akan menyesuaikan diri dengan keadaan atau kondisi lintasan yang dilaluinya. Dengan kata lain, lanjut dia, mereka mengira teknologi transmisi otomatis itu akan secara serta merta menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa campur tangan pengemudi.

“Anggapan yang salah. Sebab, nyatanya tidak seperti. Transmisi otomatis tetap perlu pengendalian pengemudi untuk kondisi tertentu, termasuk di tanjakan dan turunan curam,” papar Poengki, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Ilustrasi, mobil melibas tanjakan – dok.Your Mechanic

Oleh karena itu, dia memberikan tips mengemudikan mobil transmisi matik yang benar. Ketika mobil harus mendaki tanjakan yang curam atau berjalan merambat lambat karena macet di lintasan menanjak itu, pengemudi harus memindah tuas transmisi dari mode D (drive) ke L (Low).

“Karena dengan posisi gigi yang rendah itu torsi yang besar dan maksimal akan didapat, sehingga untuk melibas tanjakan mobil akan dengan mudah mencapainya. Bahkan saat melewati tanjakan dengan kemiringan yang ekstrem sekali pun,” jelas Poengki.

Untuk mobil yang dilengkapi paddle shift, pemindahan posisi gigi transmisi otomatis akan lebih mudah dilakukan. “Dengan mengemudi sesuai dengan kaidah semestinya, selain lebih aman juga menghindarkan mobil kita dari keausan yang belum saatnya,” kata Poengki.

Ilustrasi transmisi matik mobil – dok.Istimewa

Pemindahan ke gigi transmisi yang lebih rendah juga harus dilakukan ketika mobil harus melibas turunan curam. Pindahkan tuas transmisi dari posisi di D (Drive) ke 2 atau L (Low). Tetapi harus diingat pemindahan posisi gigi harus dilakukan di saat kecepatan mobil rendah dan stabil, agar tak terjadi overspeed.

Dengan posisi gigi ke level lebih rendah saat di turunan tajam itu, pengemudi bisa melakukan engine brake. Mereka akan lebih maksimal melakukan pengereman mobil dengan cara melepas sedikit-sedikit injakan ke pedal rem, lalu injak lagi.

Cara pengereman seperti ini perlu dilakukan. Sebab, jika hanya mengandalkan pengereman biasa saja, akan menyebabkan minyak rem panas. Jika minyak rem panas hingga mencapai titik didih, akan muncul uap air.

Ilustrasi, mobil melibas lintasan menurun tajam – dok.Naija Car News

“Kalau itu terjadi fungsi rem berkurang drastis dan bisa blong. Jadi itu, fungsi pemahaman mengemudi yang benar mobil transmisi matik di tanjakan dan turunan,” imbuh Poengki. (Nas/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This