Begini Cara Menjaga Sistem Turbo Mobil Tetap Prima

Mesin Toyota Raize dengan turbo-dok.TAM_


Jakarta, Motoris – Kini tren mobil bermesin kecil yang diimbuhi turbocharger sekana menjadi tren di masyarakat, tak hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Maklum, efisiensi bahan bakar menjadi tuntutan dengan tanpa mengorbankan performa kendaraan seperti yang diharapkan.

Pasalnya, seperti dikatakan spesialis mobil turbo Auto Klinik, Suwanto, turbo bekerja dengan memanfaatkan semburan gas buang. Perangkat ini merupakan kompresor sentrifugal yang dipasang pada bagian pipa gas buang sebuah kendaraan.

“Gas buang dari mesin itu dimanfaatkan untuk memutar baling-baling atau turbin agar menghasilkan udara yang terkompresi dalam jumlah yang banyak. Udara padat ini disalurkan silinder mesin untuk membantu pembakaran. Kalau udara yang masuk sempurna maka proses pembakaran semakin bagus, sehingga tenaga yang dihasilkan mesin lebih maksimal,” ungkap Wanto, saat ditemui di Cikokol, Kota Tangerang, Senin (3/5/2021).

Turbo terdiri dari roda turbin, roda kompressor dan rumah as. Ada dua turbin yang terletak pada satu poros, dimana yang pertama berfungsi sebagai pemutar dan turbin kedua sebagai driven turbin yang diputar oleh turbin pertama.

Ilustrasi mesin Audi TTRS dengan turbo – dok.Audi AG via Forbes

“Putaran turbin itulah yang membuat udara lebih cepat masuk ke ruang mesin. Dengan udara yang masuk ke mesin lebih banyak. Tetapi yang perlu diperhatikan untuk adalah, turbo ini kerjanya ekstra keras. Trubin ini bisa berputar sampai 80.000 lebih per menit,” kata Wanto.

Oleh karena itu, agar sistem turbo ini tetap awet dan tak bermasalah maka pemilik mobil wajib memperhatikan kondisi oli mesin. Penggantian oli harus benar tepat-tepat waktu sesuai dengan yang dijadwalkan.

“Kedua, perhatikan kondisi filter udara. Kalau kotor sebaiknya segera ganti, jangan dibersihkan saja. Sebab, kalau hanya dibersihkan mungkin bisa rusak, jadi malah enggak bagus buat kinerja turbo,” kata dia.

Ketiga, sebaiknya menggunakan jenis bahan bakar dengan tingkat oktan yang sesuai dengan anjuran pabrikan. Sebab, kualitas bahan bakar akan berpenggarih ke proses pembakaran di ruang bakar.

Ilustrasi mesin dengan turbo-dok.Istimewa

“Kalau bahan bakarnya enggak bagus, maka proses pembakaran juga kurang sempurna. Kalau enggak sempurna kerja turbo semakin keras. Ini yang akan membuat turbo cepat aus atau kurang maksimal,” ucap Wanto. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This