Jangan Pernah Underestimate Ketangguhan Pelek Jari-jari

Jangan Pernah Underestimate Ketangguhan Pelek Jari-jari

Jakarta, Motoris – Kebanyakan sepeda motor baru yang dipasarkan saat ini, semakin jarang yang mengadopsi pelek jari-jari. Bila diperhatikan rata-rata keluar dari pabrikan langsung menggunakan jenis cast wheel alias pelek palang.

Secara estetika, boleh jadi lebih menarik pelek palang, karena desainnya mampu mendongkrak tampilan motor lebih sporty. Namun bila dibandingkan, ternyata ada banyak keunggulan pelek konvensioanl alias jari-jari yang relatif lebih baik.

“Plus minusnya ada, pelek palang memang bisa dibilang jadi jalan pintas bikin tampilan motor lebih sporty, tapi secara durabilitas dan harga, pelek jari-jari masih juara,” ucap Leri punggawa bengkel Caos Custom, kepada Motoris, belum lama ini.

Leri mengatakan pelek jari-jari sampai saat ini masih menjadi primadona sebagian pengguna motor, terutama para pecinta trail dan supermoto. Salah satu alasannya, karena pelek jari-jari punya daya tahan atau durabilitas jauh lebih baik dibanding model palang.

Baca juga: Honda CB150 Verza ala Evel Knievel (Update Video)

Tidak hanya itu, secara bobot pelek jari-jari juga lebih ringan sehingga memberikan dampak pada kendali motor yang lebih mudah. Harga dipasaran umumnya pelek jari-jari juga lebih terjangkau dibandingan palang.

“Yang tidak banyak disadari, pelek jari-jari itu sebenarnya punya sifat mengikuti atau elastis, tidak kaku seperti palang. Sifat ini membantu meredam benturan layaknya sok breaker,” ucapnya.

Kemampuan pelek jari-jari diakui Lery sebenarnya tidak hanya berguna untuk motor tipe trail, tapi bagi motor harian yang aktiv melintas di jalur Ibu Kota. Apalagi bila sering melintas di jalur yang berlubang.

Fakto minus dari pelek jari-jari hanya soal perawatan. Karena rata-rata bermaterial besi, termasuk jari-jarinya, maka pelek jari-jari lebih sensitif dengan korosi, apalagi bila pemilik malas untuk membersihkannya. (SQL)

CATEGORIES
TAGS
Share This