Nissan Boncos, Indomobil Garap Bisnis Kirim Paket

Nissan Boncos, Indomobil Garap Bisnis Kirim Paket

Jakarta, Motoris – Setelah sukses melayani urusan logistik partai besar konglomerasi kakap, seperti Grup Salim, Grup Unilever, dan PT Mayora Indah Tbk, Grup Indomobil berencana merambah bisnis logistik pengiriman paket perdagangan elektronik (e-commerce). Itu artinya, Indomobil bakal bertempur dengan pemain lama, terutama JNE.

Indomobil memang tengah habis-habisan menggenjot bisnis logistik, seiring jebloknya penjualan kendaraan penumpang, terutama Nissan, yang selama ini menjadi motor pertumbuhan kelompok usaha itu. Per Juni 2018, penjualan Nissan anjlok 47% 4.813 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu 9.146 unit. Datsun memang bisa mendongkrak penjualan hingga 60% menjadi 7.621 unit. Akan tetapi, jumlah itu masih jauh dibandingkan masa kejayaan Datsun.

Sekadar kilas balik, pada 2014, penjualan Datsun mencapai 20 ribuan unit, lalu naik menjadi 29 ribu unit. Namun, cerita sedih terjadi pada 2016 hingga kini, setelah duet Toyota Calya dan Daihatsu Sigra hadir di segmen LCGC, tempat Datsun bermain.

Suzuki memang berkibar lantaran didorong model pikap dan All New Ertiga. Sayang, porsi saham Indomobil di PT Suzuki Indomobil Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kecil, masing-masing hanya 5% dan 1%. Sisa saham dipegang prinsipal Suzuki Motor Corporation asal Jepang. Artinya, tak ada pengaruh signifikan moncernya penjualan Suzuki terhadap laporan keuangan Indomobil.

Baca Juga: Indomobil Keluarkan Rp 1,8 Triliun untuk Beli Truk Hino 

Ilustrasi Hino (hinojakarta.com)

Maka jangan heran jika akhirnya Indomobil selaku ekspansi ke bisnis logistik melalui anak usahanya PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS). Perusahaan ini membentuk perusahaan logistik bernama PT Seino Indomobil Logistics, dengan porsi saham 70%, sedangkan 30% dipegang Seino asal Jepang.

“Indomobil berekspansi ke bisnis logistik yang menawarkan margin lebih tebal. Ini sangat tepat, karena perseroan memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang mendukung,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam laporan riset, Senin (16/7).

Broker itu menegaskan, Indomobil memiliki Hino, yang sangat kuat di segmen truk berat dan menengah dengan pangsa pasar 57%. Indomobil juga
memiliki hubungan jangka panjang dengan klien perusahaan kakap, kepemilikan armada truk dalam jumlah besar, dan menerapkan logistik berbasis teknologi informasi.

Hal itu menjadikan Indomobil perusahaan logistic besar dan efisien di tengah sekian banyak perusahaan logistik pesaing. Bersamaan dengan itu, ekonomi Indonesia yang terus bertumbuh dan infrastruktur yang semakin baik dapat mendorong bisnis logistik.

Strategi itu terlihat pada kuartal I-2018, di mana perseroan mampu meraih laba bersih Rp 60 miliar. Ini juga ditopang dekonsolidasi laporan keuangan PT Nissan Motor Indonesia (NMI), yang selama ini menjadi beban dan menggerogoti kinerja keuangan Indomobil. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This