Avanza-Xenia Dihajar, Saham Astra Rontok

Avanza-Xenia Dihajar, Saham Astra Rontok

Jakarta, Motoris – Saham PT Astra International Tbk (ASII) ambles 13% menjadi Rp 7.100 dari sebelumya Rp 8.200 sepanjang tahun ini (year to date). Padahal, indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya turun 4,9% pada periode sama, sehingga performa saham Astra bisa dibilang di bawah kinerja bursa.

Setidaknya ada tiga faktor yang membuat saham Astra rontok, berdasarkan penilaian analis Trimegah Sekuritas Wilinoy Sitorus dalam laporan risetnya, belum lama ini. Pertama, depresiasi rupiah terhadap dolar AS hingga 7,2% sejak Februari hingga kini. Pelemahan rupiah bisa mendongkrak harga jual mobil lantaran sebagian komponen masih diimpor.

Kedua, kata dia, suku bunga terus naik, yakni dari 4,25% pada Mei 2018 menjadi 5,25%. Ini berpengaruh terhadap bunga kredit kendaraan bermotor (KKB). “Ketiga, pangsa pasar rata-rata Astra ambles dari 54% sebelum Agustus 2017 menjadi 49% hingga Juni 2018,” tulis Wilinoy.

Catatan Motoris, 2018 memang tahun yang berat bagi Astra. Kehadiran Mitsubishi Xpander telah menekan dua jagoan LMPV Astra, yakni Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Avanza kini tak lagi menjadi mobil terlaris di Indonesia, digantikan Xpander. Adapun nasib Xenia tak lebih baik dari Avanza.

Baca Juga: Pangsa Pasar Astra Dirampas Suzuki dan Mitsubishi 

Toyota All New Avanza, jagoan Toyota yang dikalahkan oleh pendatang baru Mitsubishi Xpander – dok.Istimewa

Seiring dengan itu, penjualan Toyota turun dari 196 ribu unit menjadi 162 ribu unit per Juni 2018, sedangkan Daihatsu naik tipis dari 94 ribu unit menjadi 95 ribu unit, berkat kehadiran kendaraan komersia. Pada periode ini, penjualan Xpander mencapai 39.950 ribu unit, sedangkan avanza 39.450 ribu unit.

“Kami melihat semua faktor itu telah tercermin di harga saham Astra saat ini. Dengan harga Rp 6.675, valuasi saham Astra terdiskon 16% dari rata-rata lima tahun terakhir, sehingga sangat menarik untuk diakumulasi,” ujar Willinoy.

Dia mempertahankan rekomendasi beli saham Astra. Namun, target harga disunat dari Rp 8.300 menjadi Rp 7.400, seiring revisi turun ROE divisi usaha pembiayaan dan penjualan mobil dan profitabilitas. (gbr)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. Kabar Mulai Merebak, LCGC Jilid Dua Dipertanyakan.

 

CATEGORIES
TAGS
Share This