Skema Baru PPnBM Mobil Resmi Diusulkan, Ini Isinya

Skema Baru PPnBM Mobil Resmi Diusulkan, Ini Isinya

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya resmi mengusulkan harmonisasi skema Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil sedan, kendaraan rendah emisi karbon, dan kendaraan listrik ke Menteri Keuangan. Perubahan yang terjadi diharapkan bisa memacu industri karena bertumbuhnya konsumsi domestik dan naiknya kinerja ekspor.

Siaran pers Kemenperin yang diterima Motoris, Senin (1/10/2018) menunjukan di skema PPnBM yang diusulkan tersebut besaran tarif bukan didasarkan tipe kendaraan, ukuran mesin, maupun perangkat sistem penggerak roda. Melainkan, didasarkan pada besaran emisi gas buang yang dihasilkan mesin serta volume silinder.

“Kami tengah menggenjot produksi sedan untuk memperluas pasar ekspor. Apalagi industri otomotif memang berorientasi ekspor dan itu semua merupakan prioritas dalam penerapan revolusi industri 4.0. Slain itu, kami juga sedang fokus pada pengembangan produksi kendaraan listrik,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Usulan skema PPnBM yang baru itu menyebut batas emisi terendah yang ditetapkan adalah 150 gram per kilometer (gram/km) dan tertinggi 250 gram/km. Sedangkan rentang besara tarif PPnBM yang diberlakukan adalah 0-50%.

Ilustrasi, sedan Vios produksi Toyota Indonesia – dok.Istimewa

Dengan skema itu, maka semakin rendah emisi gas buang dan semakin volume mesin kendaraan maka tarif pajaknya juga semakin rendah. Begitu sebaliknya.

Tarif PPnBM yang rendah, yakni 0-30% juga diusulkan untuk kendaraan komersial dan kendaraan yang masuk program emisi karbon rendah atau LCEV. Selain itu untuk Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Herjangkau (KBH2) atau di masyarakat disebut dengan LCGC. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This