Akrapovic  Berniat Kerek Harga,  Ohlins Bertahan

Akrapovic  Berniat Kerek Harga,  Ohlins Bertahan
Budiman Terianto, owner Sphinx Motor, distibutor knalpot Akrapovic - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing – khususnya dolar dan Euro – yang terjadi sejak beberapa waktu lalu hingga kini  menjadi pertimbangan tersendiri bagi distributor  dan importir komponen otomotif di Indonesia. Meski begitu, tak semua dari mereka langsung dengan serta merta mengerek harga jual produk.

Sphinx Motorsport yang merupakan sole distributor knalpot Akrapovic, misalnya.  Penjual knalpot asal Slovenia ini akan mengerek harga jual produk-produk knalpot tersebut.

“Tetapi ini bukan karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tetapi ke Euro (mata uang Eropa). Karena Euro sudah naik duluan,” papar owner Sphinx Motorsport, Budiman Terianto, kepada Motoris, di Jakarta, Rabu (4/10/2018).

Menurutnya, dalam impor impor, Sphinx menggunakan Euro dan dipatok dalam hedging atau lindung nilai sebesar Rp 16.500 – 17.000. Tapi, saat ini nilai tukar tersebut telah terlampaui.“Sekarang nilai tukar ke Eruro itu sudah terlampui. Oleh karena itu, kami akan menaikan harga jual. Estimasi besaran kenaikan harga 3%,” kata Budiman.

Hanya, dia tak bersedia menyebut tepatnya kapan harga resmi dikerek. Budiman hanya mengatakan akan, dan segera.

Knalpot Akrapovic digunakan oleh skutik maxi Yamaha TMax DX-dok.Motoris

Sphinx menyediakan knalpot Akrapovic untuk motor sport mulai yang bermesin 150 cc hingga mesin besar seperti Ducati Panigale, BMW, dan lainnya. Bahkan, sekarang juga tersedia knalpot yang digunakan oleh skuter. Knalpot-kanlpot itu  dibanderol bervariasi mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 65 jutaan.

Tak ingin naik

Berbeda dengan Sphinx, PT Ohlins Indonesia yang merupakan distributor perangkat suspensi dari Swedia – Ohlins – memilih untuk tetap istiqomah. Dia masih menggunakan harga yang ada saat ini. “Harga produk kami sudah enam tahun tidak naik. Dan tidak pingin menaikan harga,” ujar Direktur Ohlins Indonesia, Edy Saputra saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Rabu (4/10/2018).

Tapi, lanjut Edy, pihaknya akan mengurangi diskon ke diler yang memasarkan produk-produk Ohlins. Seperti diketahui, sebagian produk Ohlins ada yang tak langsung diimpor dari Swedia, tetapi dari Thailand. Sehingga bukan Euro yang digunakan sebagai alat pembayaran  tetapi dolar AS.

Sementara, dari pengamatan di sejumlah toko-toko aftermarket, harga produk-produk Ohlins hingga saat ini  bervariasi. Mulai dari Rp 2 juta hingga puluhan juta. Maklum, produk ini  merupakan produk premium.

Ilustrasi – dok.OtoSpirit.com

Soal penjualan, Edy menyebut kinerjanya positif karena alias terus naik dari waktu ke waktu. Bahkan, dia mengklaim sepanjang Januari-September kemarin, penjualan naik 50% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2017 lalu. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This