Indomobil Bahagia Tanpa Nissan

Indomobil Bahagia Tanpa Nissan
Kantor Indomobil - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melanjutkan kinerja gemilang setelah mendekonsolidasi laporan keuangan PT Nissan Motor Indonesia (NMI), agen pemegang merek dan pemanufaktur Nissan-Datsun di Indonesia.

Kini, perusahaan otomotif yang dikendalikan konglomerasi Grup Salim itu menambang duit dari bisnis logistik dan tentu saja geliat PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), distributor truk dan bus Hino di Indonesia, yang 40% sahamnya dipegang Indomobil.

Dalam laporan keuangan Indomobil yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), belum lama ini, disebutkan, perseroan membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 12,5 triliun per September 2018, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 11,3 triliun.

Indomobil sanggup membukukan laba kotor Rp 2,5 triliun pada periode itu, naik dari Rp 2,2 triliun. Langsung saja ke bagian terpenting laporan keuangan, yakni laba bersih, di mana Indomobil mampu mencetak Rp 81,6 milliar dari sebelumnya rugi Rp 519 miliar.

Baca juga: Nissan Boncos, Indomobil Garap Bisnis Kirim Paket

Ilustrasi, diler Nissan-Datsun – dok.Istimewa

Itu artinya, strategi Indomobil mengeluarkan Nissan dari laporan keuangan membuahkan hasil. Indomobil mampu mencetak laba bersih setelah tercekik rugi bersih berkepanjangan.

Sebelumnya, Indomobil ternyata melepas 5,1% saham PT Nissan Motor Indonesia (NMI) ke perusahaan terafiliasi, PT Tritunggal Intipertama (TIP), pada 1 Januari 2018. Nilai transaksinya Rp 135 miliar.

Saham yang dijual itu milik PT IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL), perusahaan 6 yang 99% sahamnya dimiliki Indomobil. Adapun TIP adalah pemegang 0,99% saham IMGL dan 18% saham Indomobil. Sekadar info, TIP dikendalikan oleh Anthony Salim, pemilik Grup Salim, konglomerasi yang menggarap banyak sektor, mulai mamin, perkebunan, hingga otomotif.

Setelah transaksi itu, kepemilikan saham IMGSL di NMI turun 5% menjadi 8,56%, sedangkan kepemilikan langsung Indomobil tetap 11,34%. Namun, kepemilikan gabungan Indomobil dan IMGSL di NMI turun menjadi 19,9%. Dengan demikian, laba rugi NMI tak perlu lagi dikonsolidasikan ke Indomobil. (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This