ACC Nyayur, TAF Bonyok Gara-gara LCGC 

ACC Nyayur, TAF Bonyok Gara-gara LCGC 
Ilustrasi, Daihatsu Sigra Dress Up , LCGC yang dipasarkan oleh PT Astra Daihatsu Motor - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Nasib dua perusahaan pembiayaan Astra, PT Astra Sedaya Finance dan PT Toyota Astra Financial Services (TAF) bagai bumi dan langit. Astra Sedaya atau yang lebih tenar dengan nama Astra Credit Companies (ACC) nyayur, sedangkan saudaranya TAF  bonyok, yang diduga akibat terlalu banyak membiayai mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC).

Laporan keuangan ACC di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Senin (7/1), menunjukan pendapatan ACC sejatinya turun menjadi Rp 3,9 triliun per September 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,1 triliun. Ini terjadi akibat penurunan pembiayaan konsumen dari Rp 2,9 triliun menjadi Rp 2,7 triliun.

Namun, ajaibnya ACC masih mampu membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp 828 miliar dari Rp 711 miliar. Penyebabnya, penyisihan kerugian penurunan nilai anjlok menjadi Rp792 miliar dari Rp 947 miliar.

Di sudut lain, per September 2018, pendapatan TAF melorot menjadi Rp 2 triliun dari Rp 2,3 triliun. Ini lantaran TAF mengurangi pembiayaan menjadi Rp 1,8 triliun dari Rp 2,1 triliun.

Toyota Agya, LCGC yang dipasarkan oleh PT Toyota Astra Motor – dok.Istimewa

TAF bonyok karena menderita rugi bersih Rp 7,8 miliar. Padahal, pada periode sama 2017, TAF berjaya dengan mengantongi untung Rp 169 miliar. Pemicunya masih sama, cadangan kerugian penurunan nilai TAF sangat besar, Rp 502 miliar dari Rp 485 miliar. Ini terpaksa dilakukan untuk menutup kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen.

Per September 2018, penghapusan piutang TAF mencapai Rp 278 miliar, turun dari periode sama tahun lalu Rp 441 miiliar.  (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This