Ngeri, Michelin Caplok Perusahaan Ban Grup Salim

Ngeri, Michelin Caplok Perusahaan Ban Grup Salim
Ilustrasi ban Michelin-dok.evo.co.uk

Jakarta, Motoris – Perusahaan ban asal Perancis, Michelin SA, mengakusisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), perusahaan milik Grup Salim, senilai US$ 439 juta. Michelin mengambil alih 7.346.357.556 saham perseroan, termasuk saham yang dimiliki oleh pengendali Multistrada.

Dengan begitu Michelin akan menjadi pengendali baru pada Multistrada. Berdasarkan perjanjian jual beli saham, nilai perseroan senilai US$ 700 juta. Namun, berdasarkan penyesuaian penyelesaikan tertentu dalam jual beli saham, nilai akuisisi yang dibayar Michelin senilai US$ 439 juta.

Menurut CEO Multistrada Pieter Tanuri, dengan adanya lahan kosong seluas 50 hektare, Michelin berencana ekspansi pabrik ke Indonesia. Ke depannya, menurut Pieter, merek milik Multistrada seperti Corsa dan Achilles tetap ada sebagai lapis dua brand Michelin. Saat ini, pangsa pasar Multistrada baru sekitar 12% di Indonesia.

Chief Executive Officer Michelin Group Jean-Dominique Senard mengatakan, pendanaan akusisi ini berasal dari kas internal, dan tidak akan mempengaruhi pemeringkatan Michelin. Menurut Senard, akusisi ini menjadi kesempatan emas Michelin untuk melebarkan sayapnya di pasar Indonesia, sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara.

asi proses produksi ban di PT Multistrada Arah Sarana- dok.Istimewa

“Dengan akusisi ini pasar Indonesia pun bisa mendapatkan produk yang kompetitif, dan kualitas produksi yang baik, tanpa harus membuat fasilitas pabrik baru,” kata Senard dalam keterangan resmi, Rabu (23/1).

Saat ini, Multistrada memiliki kapasitas sekitar 180 ribu ton per tahun. Jumlah ini setara dengan 11 juta unit ban mobil, 9 juta unit ban sepeda motor, dan 250 ribu unit ban truk. Akuisisi ini juga bisa memperkuat posisi Multistrada di pasar Indonesia yang masih terus berkembang.

Dengan transaksi ini, pangsa pasar Michelin diharapkan bisa meningkat. Pasalnya selama ini, pasar ban di Indonesia didominasi oleh produsen lokal. Akuisisi juga berpengaruh pada keahlian teknikal. Dengan adanya investasi baru ini, Michelin juga secara bertahap akan mengonversi produksi dari ban untuk kendaraan penumpang lapis tiga menjadi ban kendaraan penumpang lapisdua

“Dengan begitu merek Michelin Group bisa memproduksi lebih banyak ban lapis satu untuk pabrik di Asia dan mendukung pertumbuhan permintaan volume di lapis dua di Eropa, Amerika Utara dan Asia,” kata Senard.

Sebelum transaksi ini, Multistrada adalah sang pembuat ban motor Michelin untuk pasar Indonesia. Fakta ini ditemukan Motoris ketika sedang memantau kondisi kawasan industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS