Evaluasi Harga Pertamax Cs Diubah Jadi Sebulan Sekali

Evaluasi Harga Pertamax Cs Diubah Jadi Sebulan Sekali
Ilustrasi, petugas SPBU Pertamina - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Pemerintah bakal mengevaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dan non penugasan seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turobo, Pertadex, dan lainnya yang sejenis saban bulan, dan bukan lagi setiap tiga bulan. Tujuannya, agar harga yang didapatkan riil per bulannya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan kini draft peraturan tentang evaluasi harga dua jenis BBM itu sudah masuk Biro Hukum Keenterian ESDM.

“Tujuan dari evaluasi ini adalah agar pembentukan harga bisa lebih wajar dan sesuai harga pasar. Kalau tiga bulan terlalu jauh. Sehingga, agar harga BBM itu benar-benar riil, maka evaluasi yang dilakukan harus setiap satu bulan,” papar Djoko di Jakarta, Kamis (31/1/2019) malam.

Soal patokan harga, apakah perlu dikerek atau tidak, Djoko menyebut pihaknya membuat rentang harga berikut marginnya. Jika ternyata penurunan atau kenaikan harga masih sangat tipis dari batas rentang harga yang ditetapkan maka, harga tak perlu dikerek alias tetap.

Kantor Pertamina – dok.Istimewa

“Rentang harga dan margin itu perlu ditetapkan karena badan usaha yang memasarkannya juga harus menghitung berbagai biaya, seperti biaya penyimpanan, biaya distribusi. Selain itu juga ada margin penyalur yang berbeda-beda,” papar Djoko.

Jika harga yang dipatok badan usaha tersebut masih dalam batasan yang ditentukan, maka BBM non-subsidi boleh dijual dengan harga yang dipatok perusahaan bersangkutan. Pemerintah akan mengecek tingkat margin yang mereka peroleh, berdasar harga dasar yang ditetapkan pemerintah. (Dto/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This