Shell Seriusi Bisnis Pengecasan Mobil Listrik

Shell Seriusi Bisnis Pengecasan Mobil Listrik
Ilustrasi SPBU miik Shell - dok.Global-msi.com

California, Motoris – Royal Dutch Shell plc atau lebih dikenal sebagai Shell kini meningkatkan gerak langkah bisnisnya di sektor pengisian arus setrum bagi kendaraan listrik yang dimulainya sejak tahun 2017 lalu. Maklum, jumlah kendaraan listrik – jenis mobil saja – diperkirakan bakal meningkat menjadi 125 juta unit pada tahun 2030 nanti.

Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (1/2/2019), pekan ini perusahaan migas asal Belanda itu membeli perusahaan penyedia arus setrum untuk mobil di Amerika Serikat, Greenlots. Selama ini, perusahaan itu telah menjadi pemasok sumber listrik untuk Volvo dan anak perusahaan Volkswagen di Netersebut.

Bahkan, telah memasok kebutuhan listrik untuk rumah. Namun, untuk segmen ini tidak diungkapkan berapa jumlah daya yang telah dipasok. “Kami tahu, pelanggan tidak hanya mengisi ulang (daya listrik untuk baterai mobil) di jaringan pengisian listrik umum saja, tetapi mereka juga mau mengeluarkan biaya untuk pengisian daya di tempat kerja dan rumah, jadi kami pindah ke segmen ini,” papar Executive Vice President Shell New Energies, Mark Gainsborough.

Sebelumnya, Shell pada tahun 2017 telah mengakuisisi perusahaan penyedia jaringan pengisian baterai listrik di Eropa bernama NewMotion. Sejak itu, Shell juga menjalin kerjasama di bawah payung perusahaan Ionity dalam menyediakan pasokan arus listrik untuk mobil bersama BMW, Daimler, Ford dan Volkswagen.

Ilustrasi, logo Shell – dok.Reuters

Hingga akhir tahun 2017 lalu, tak kurang dari 3 juta unit alat pengisi daya listrik baterai mobil yang dipasang di rumah atau kantor. Pada saat yang sama, baru 430.000 unit stasiun pengisian listrik umum yang terbangun.

Gainsborough menyebut, bisnis pengisian baterai mobil listrik saat ini potensinya memang masih kecil. “Tetapi jika kami melihat mobil listrik terus berkembang dan peluang bertumbuhnya akan lebih cepat. Karena itulah, kami siap menggelontorkan investasi ke segmen tersebut (bisnis pengisian arus listrik untuk baterai mobil listrk),” kata dia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This