Harcilnas, Jurus Baru Adira Gaet Konsumen

Harcilnas, Jurus Baru Adira Gaet Konsumen
Ilustrasi, Adira Expo - dok.Motoris.id

Jakarta, Motoris – PT Adira Finance membuat terobosan baru dalam menerapkan strategi marketing di tahun 2019 ini. Di tengah tantangan kenaikan suku bunga kredit yang disebut-sebut telah naik 1,5% – dan kemungkinan akan naik lagi karena dikereknya su bunga acuan Bank Indonesia menjadi 6% – perseroan meluncurkan program “Harinya Cicilan Lunas” atau Harcilnas.

Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli menyebut program ini akan memberikan keuntungan kepada konsumen setia Adira. Syaratnya, mereka catatan baik. Artinya, tentu hanya mereka yang lancar membayar cicilan atau tak pernah menunggak.

“Kami menyadari, pertumbuhan Adira Finance tidak lepas dari peran konsumen, oleh karena itu kami menghadiri program Harcilnas sebagai bentuk apresiasi terhadap konsumen setia Adira,” kata Hafid berdalih, di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Hadiah ini akan diberikan kepada 1000 nasabah. Mereka terdiri dari 250 orang yang akan dibayari selutuh cicilannya hingga lunas, dan 750 orang nasabah dibiayai satu bulan cicilannya. Memang menarik kendengarannya.

Peluncuran marketplace momotor.id Adira Finance – dok.Istimewa

Program ini berlangsung mulai 1 Februari hingga 31 Oktober 2019. Sedangkan pengundian dimulai pada bulan Maret hingga November 2019. Semua pajak ditanggung oleh perusahaan.

Meski nilainya cukup besar tetapi masih sangat jauh lebih kecil dari nilai pendapatan premi atau bahkan keuntungan bersih yang didapatkan Adira. Seperti diakui Hafid Hadeli, sepanjang tahun 2018 lalu pihaknya berhasil menggelontorkan pembiayaan senilai Rp 38,2 triliun atau naik 17% dibanding tahun sebelumnya.

Strategi promosi
Sementara, laba yang dibukukan Adira di tahun 2018 itu, kata kolega Motoris di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. “Jadi, taruhlah yang digunakan untuk hadiah cicilan lunas itu Rp 15 miliar misalnya, ya masih nol koma nol nol sekian persen dari pendapatan. Artinya, masih amanlah,” kata sang kolega saat dihubungi, Kamis (7/2/2019) sore.

Dia memperkirakan strategi seperti itu juga sekaligus menjadi bagian dari promosi Adira menggaet calon nasabah baru. Sebab, undian atau hadiah langsung akan mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat konsumen, apalagi jika menyangkut cicilan kredit di tengah situasi sulit.

“BIsa saja, itu menjadi sarana promosi. Kan bisa apa saja promosi itu. Dan yang tahun persis kan manajemen. Tetapi itu semua sah-sah saja. Tidak ada aturan yang dilanggar. Apalagi, sepanjang tahun 2018 lalu, tingkat Non Performing Funding (NPF) untuk seluruh perusahaan pembiayaan nasional juga aman, 2,0%. Ini level yang aman,” jelas sang kolega.

Kredit motor bekas merupakan salah satu portofolio pembiayaan yang disediakan Adira Finance- dok.Motoris

Seperti dikatakan Hafid Hadeli, portofolio pembiayaan yang digelontorkan Adira hingga saat ini masih ke sektor otomotif yakni 98%. Sedangkan untuk barang-barang elektronik baru 2%. “Pembiayaan di otomotif itu terdiri dari mobil baru dan bekas, serta motor baru dan bekas,” kata Hafid. (Fer/Ara).

 

CATEGORIES
TAGS
Share This