Maaf, Leasing Tak Ingin Obral DP 0% Karena Alasan Ini

Maaf, Leasing Tak Ingin Obral DP 0% Karena Alasan Ini
Ilustrasi, Yamaha Freego, model terbaru Yamaha yang diluncurkan di IMOS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Perusahaan pembiayaan atau leasing tak akan mengobral down payment (DP) atau uang muka kredit nol persen (0%) kredit kendaraan bermotor meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi dasar yang membolehkan. Bahkan, ketika pasar otomotif di tahun 2019 ini diprediksi stagnan alias tak bertumbuh dibanding tahun lalu sekali pun.

Memang, dalam peraturan OJK nomor 35/POJK.05/2018 tertanggal 27 Desember 2018 disebutkan, hanya leasing dengan tingkat kredit macet atau Non Performing Fund (NPF) di bawah 1% saja yang boleh memberikan DP 0%, namun nyatanya tak  semua leasing memanfaatkan itu. Bahkan, sampai akhir Januari lalu belum ada.

“Kami sebenarnya bisa memberikan DP0% itu karena tingkat NPF kami tahun lalu hanya 0,67%. Kenapa tidak? Karena kami bersikap hati-hati dan cermat dalam menghitung potensi risiko,” kata Presiden Direktur PT Federal Internasional Finance (FIF Group), Margono Tanuwijaya saat dihubungi Motoris, Selasa (12/2/2019).

Menurut Margono, pemberian DP 0% memang akan memberikan stimulant ke pasar otomotif yang diprediksi mengalami stagnasi di tahun ini karena pertumbuhan ekonomi yang juga tetap dibanding tahun lalu, yakni 5,2-5,3%. Tetapi, lanjutnya, persoalannya tidak sebatas bagaimana memberi kesempatan kredit kepada calon konsumen.

Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya – dok.Republika.co.id

“Karena, kalau kita beri DP 0%, itu artinya angsurannya juga semakin besar. Apalagi, kalau tenornya juga sama dengan sebelum ada DP )%. Misalnya kalau dulu tenor tiga tahun  angsurannya Rp 1 juta sebulan, sekarang tanpa DP bisa 1,3 – 1,4 juta. Nah, artinya beban dari konsuen juga bertambah. Kalau penghasilan juga tidak bertambah plus kondisi ekonomi yang ada juga berisiko, maka akan membuat berat konsumen. Ini risiko,” papar Margono.

Lantaran itulah, FIF sangat selektif untuk memberikan DP 0%. Meski, untuk target pertumbuhan tahun ini juga harus konservatif yakni hanya 3% dari realisasi pembiayaan tahun lalu yang senilai Rp 38 triliun.

Tak hanya motor
Sikap leasing yang tak obral DP 0% juga diakui Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno. Menurutnya, sikap selektif dan mengedepankan prinsip prudent dilakukan oleh perusahaan pembiayaan itu.

“Perusahaan pembiayaan tentunya juga menghitung dengan cermat potensi risiko yang ada di calon nasabah maupun di eksternal. Kalau, risikonya tinggi tentu juga tidak akan dilakukan. Apalagi, kan tidak semua leasing yang bisa memberinya. Hanya leasing dengan NPF di bawah 1% saja yang bisa,” tuturnya saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Sikap selektif seperti itu tak hanya dilakukan terhadap calon konsumen yang akan membeli sepeda motor saja, tetapi juga mereka yang mau membeli mobil secara kredit. Bahkan, kata dia, perusahaan Agen Pemegang Merek (APM) mobil pun yang mewanti-wanti diler untuk bersikap selektif juga.

Ilustrasi, Toyota New Sienta dress up dipajang di GIIAS 2018 – dok.Motoris

PT Toyota Astra Motor (ATM) misalnya, tetap melihat potensi risiko yang terjadi jika DP0% diberlakukan terhadap penjualan dan kemudian terjadi kredit macet. “Makanya, mesti bijaksana yakni selektif dan cermat. Kalau banyak bad debt (kredit macet), pasti enggak bagus juga untuk industrinya (produsen dan APM otomotif),” kata General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi Motoris, Senin (11/2/2019).

Terlebih, fakta sepanjang 2018 lalu menunjukan penjulan mobil kategori LCGC menurun 4-5% dibanding tahun sebelumnya. Akar penyebab penurunan itu adalah naiknya kredit macet, sehingga leasing mengerem pembiayaan. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This