Targetkan Pembiayaan Rp 39,1 Triliun, FIF Tawarkan Obligasi

Targetkan Pembiayaan Rp 39,1 Triliun, FIF Tawarkan Obligasi
Presiden Direktur FIF, Margono Tanuwijaya - dok.Zonabikers.com

Jakarta, Motoris –  PT Federal Internasional Finance (FIF Group) tahun ini mematok target penyaluran pembiayaan yang terbilang moderat yakni hanya naik 3% dari tahun 2018 lalu karena tantangan di pasar sepeda motor juga cukup besar. Perusahaan pembiayaan di bawah Grup Astra itu,  hingga Februari ini belum berniat mengerek tingkat suku bunga pembiayaan.

“Bicara target, kami mengambil sikap yang moderat. Kami tetapkan 3% dari total pembiayaan sepanjang tahun 2018 kemarin. Karena kami juga harus terus melihat bagaimana tantangan yang dihadapi pasar kendaraan bermotor, yakni bagiamana kondisi harga komoditas seperti batubara, sawit dan komoditas perkebunan atau pertanian lainnya,” tutur Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya, saat dihubungi Motoris, pekan lalu.

Oleh karena itu, kata mantan Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor itu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi tiga bulanan untuk melihat perkembangan pasar sekaligus menentukan langkah perseroan. Meski begitu, untuk besaran bunga kredit atau pembiayaan, FIF hingga kini belum berniat mengereknya.

“Kami berusaha untuk tidak menaikan suku bunga. Karena bisa dilakukan efisiensi untuk mengabsorb potensi kenaikan dari eksternal, tetapi kan sampai sekarang tidak ada gejala itu,” kata dia.

Ilustrasi, motor sport Honda, merupakan produk-produk Honda yang pembeliaannya bisa dikredit melalui FIF – dok.Motoris

Tahun lalu, total pembiayaan yang digelontorkan FIF mencapai Rp 38 triliun. Artinya, dengan target kenaikan 3%, maka tahun ini pembiayaan yang diberikan kepada debitur diharapkan mencapai Rp 39.1 triliun.Untuk menyiapkan gelontoran pembiayaan sebesar itu, FIF juga menyiapkan sumber pendanaan sebagai modal.

Menurut Margono, pihaknya menggali sumber pendanaan itu 40% dari angsuran yang dibayarkan debitur atau nasabah.Sementara, 40% dari perbankan dan 20%  dari joint financing termasuk penerbitan obligasi. Kini, seperti dilansir situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/2/2019) FIF bakal menerbitkan obligasi senilai Rp 2,36 triliun.

Surat utang tersebut terdiri dari dua seri. Pertama, seri A menawarkan nilai Rp 990,85 miliar dengan tenor 370 hari dan berkupon 8% per tahun. Kedua, seri B dengan nilai Rp 1,37 triliun yang bertenor 36 bulan, menawarkan kupon atau  bunga 8,80%.

FIF disebut bakal melakukan penawaran umum pada 4-6 Maret nanti, dan penjatahan dilakukan 8 Maret. Sementara, distribusi obligasi secara elektronik dan pencatatan obligasi di BEI ditargetkan pada 12 dan 13 Maret 2019. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This