Jualan Astra Otoparts di “Aftermarket” Susut 2,74%

Jualan Astra Otoparts di “Aftermarket” Susut 2,74%
Ilustrasi, booth Astra Otoparts - dok.Naikmotor.com

Jakarta, Motoris – Sepanjang kuartal pertama – yakni dari Januari hingga Maret – tahun ini total pendapatan total pendapatan PT Astra Otoparts (yang merupakan anak perusahaan) Astra Group tercatat hanya naik tipis 2,74% dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini terjadi karena penjualan suku cadang otomotif ke pihak ketiga (aftermarket) yang menciut dengan besaran sama yakni 2,74%.

Beruntung, penurunan tersebut tertutup oleh pertumbuhan penjualan di segmen pasar yang terafiliasi dengan Grup Astra, yakni penyerapan oleh merek-merek otomotif di bawah naungan Grup Astra. Penjualan di segmen ini naik 13,81% sehingga Astra Otoparts mengantongi pendapatan senilai Rp 1,45 triliun.

Seperti diungkapkan Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim, total pendapatan perseroan di tiga bulan pertama itu tercatat sebesar Rp 3,83 triliun. Sedangkan di rentang waktu yang sama tahun lalu, nilainya Rp 3,83%.

Namun, di saat yang sama – tahun ini – penjualan suku cadang dengan pihak ketiga atau pihak yang tidak terafiliasi dengan grup Astra alias pasar aftermarket susut 2,74%. Nilainya dari Rp 2,57 triliun pada kuartal pertama tahun 2018 lalu, kini menjadi hanya Rp 2,5 triliun.

“Tetapi, fokus kami tetap terus memperkuat segmen pasar aftermarket,” turur Hamdhani, di sela rilis kinerja perseroan selama kuartal pertama 2019 di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, segmen aftermarket memiliki potensi yang sangat besar. Dia lantas menyebut data, jumlah populasi sepeda motor di Tanah Air yang kini sebanyak 70 juta unit, dan kendaraan roda empat sebanyak 20 juta unit lebih.

Ilustrasi, proses produksi suku cadang di Astra Otoparts – dok.component.astra.co.id

“Artinya, potensi pasar penggantian suku cadang kendaraan itu sangat besar,” kata dia.

Terlebih, potensi penjualan kendaraan bermotor – baik roda dua maupun roda empat di Indonesia – juga masih sangat besar. Hal itu selain dikarenakan potensi pertumbuhan ekonomi juga kebutuhan sarana mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan.

Tapi, tak hanya pasar dalam negeri yang dibidik perusahaan ini. Pasar ekspor juga terus digarap, dengan mengirimkan produk suku cadang ke sejumlah negara di Asia.

Tahun 2018 lalu, dari ekspor ini Astra Otoparts mengantongi pendapatan senilai Rp 1,4 trilun. Nilai itu setara dengan 8% dari total pendapatan bersih perusahaan di tahun tersebut yang senilai Rp 15,35 triliun.

Walhasil, total pendapatan bersih perseroan di kuartal pertama tahun ini naik 9,15%. Jika di tiga bulan pertama pendapatan bersih sebesar Rp 145,99 miliar, tahun ini menjadi Rp 159,36 miliar.(Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This