Pembiayaan Naik, Potensi Kredit Macet Melandai

Pembiayaan Naik, Potensi Kredit Macet Melandai
Ilustrasi, Adira Expo - dok.Motoris.id

Jakarta, Motoris – Kendati nilai penyaluran pembiayaan kredit kendaraan bermotor di bulan Mei atau menjelang lebaran ini naik sekitar 10%, namun potensi kredit macet (Non Performing Loan/NPF) terbilang kecil. Bahkan, sejak awal tahun tren NPF terus melandai.

:Setelah tahun lalu sempat naik,tetapi masih di bawah ambang batas. Sedangkan di tahun ini, sejak awal tahun terus menurun. Kami perkirakan sampai akhir semester satu ini tren positif positif di pembiyaan dengan tingkat NPF masih terus terjaga,” papar Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena perusahaan-perusahaan pembiayaan (leasing) terus menerapkan prinsip prudent atau kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Sehingga tidak asal obral pembiyaan.

“Kedua, dari upaya kolektibilitas (penagihan) juga jauh lebih tertib dengan sistem pembyaran yang terus diperbaiki dengan memberi kemudahan kepada debitur. Selain itu, kondisi perekonomian juga masih terus terjaga meskipun ekonomi global yang sering berpengaruh ke ekonomi lokal juga bergejolak,” ucap Suwandi.

Mandiri Tunas Finance hadir di gelaran IIMS 2018 – dok.Motoris

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Suwandi menyebut tingkat NPF industri pembiayaan secara umum di Januari lalu 2,71%, Februari 2,70%, dan Maret 2,69%. Sementara di tahun lalu pada bulan yang sama, rata-rata 3,07-3,09%.

Melandainya tingkat NPF tahun ini juga dicatatkan PT Mandiri Utama Finance (MUF). Presiden Direktur MUF, Stanley Setia Atmaja, jika di kuartal pertama 2018 NPF masih 1,37%, di tahun ini menjadi 0,95%.

“Saya kira di April dan Mei juga seperti itu. Sedangkan menjelang lebaran, meski peyaluran pembiayaan naik 10-15%, masih tetap aman. Karena semakin prudent (hati-hati) dan seektif,” ujar dia saat dihubungi Selasa (4/6/2019).

Ilustrasi tarif sewa mobil – dok.Kengarff.com

Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila menyebut hal senada. Meski penyaluran pembiayaan naik 10% saat menjelang lebaran, namun untuk NPF masih aman. Besarannya diperkirkan jauh di bawah ambang batas.

“Karena kita juga selektif, dan ekonomi tidak bergejolak. Proses kolektif kami juga semain bagus,” kata dia. (Fer/Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This