Aturan Baru, Tarif Bawah Taksi Online Rp 3.000/Km

Aturan Baru, Tarif Bawah Taksi Online Rp 3.000/Km
Ilustrasi Grab - dok.Today Online

Jakarta, Motoris – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menerapkan secara efektif aturan tentang taksi onlinemulai 18 Juni atau pekan depan. Aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2019 ini ditetapkan sejumlah ketentuan mulai dari besaran kubikasi mesin minimal hingga besaran atrif.

Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, soal tarif ditetapkan berdasar zonasi. Untuk zonasi ini, kata Budi, sama dengan ketentuan yang di ojek online, yaitu dibagi dalam Zona I dan II.

“Ini untuk memudahkan dan memberi kepastian baik kepada masyarakat konsumen pengguna jasa taksi maupun pengemudi. Sehingga sama-sama diuntungkan. Begitu pun dengan perusahaan aplikator,” papar Budi saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Pemerintah tidak menetapkan rincian tarif berdasar jarak per kilometer. Namun, hanya ditetapkan besaran tarif batas bawah dan tarif batas atas. “Artinya, tarif yang ditetapkan tersebut merupakan acuan bagi aplikator untuk menetapkan tarif awal. Besaran terendahnya (batas bawah) sekian, dan tertingginya (batas atas) sekian,” ujar mantan Widya Iswara Korlantas Polri itu.

Go-Car, salah satu cabang pelayanan yang ditawarkan oleh Go-Jek, bersaing dengan penyedia aplikasi asing, Grab dan Uber. – dok.Istimewa

Untuk zona pertama yang meliputi wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali  menggunakan tarif batas bawah Rp 3.000 per kilometer. Sementara tarif batas atasnya Rp 6.000/kilometer.

Sedangkan untuk zona Kalimantan hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) tarif batas bawah Rp 3.000 per kilometer. Adapun tarif batas atas Rp 6.500 per kilometer.“Itu aturannya, dan besaran ini sudah menghitungkan kepentingan dari berbagai pihak. Intinya sama-sama diuntungkan. Untuk kebersamaan,” ucap Budi.

Pemantau
Beleid baru itu juga menetapkan aturan bahwa aplikator dilarang untuk menetapkan tarif promosi yang besarannya di bawah batas tarif bawah. Hal ini untuk melindungi kepentingan pengemudi atau mitra pengemudi.

Selain itu, mobil yang digunakan sebagai armada taksi online minimal harus bermesin 1.000 cc. Mobil juga harus dilengkapi alat pemantau kerja pengemudi untuk mengetahui batas kecepatan kendaraan serta perilaku pengemudi.

Ilustrasi taksi online – dok.Istimewa

Wilayah operasi taksi online ini ditetapkan hanya di wilayah perkotaan, sehingga tidak menggangu angkutan umum yang beroperasi di luar wilayah tersebut. Pelaksana jasa taksi online juga wajib berbadan hukum. (Fan/Ara)

 

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS