Batas Usia Bus Pariwisata Jadi 15 Tahun, Pengusaha Lega

Batas Usia Bus Pariwisata Jadi 15 Tahun, Pengusaha Lega
Ilustrasi, armada Bus pariwisata milik PO Scorpion Holidays- dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Kalangan pelaku usaha menyambut baik pemanjangan batasan usia bus pariwisata yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 16 Tahun 2019. Kendati begitu, satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah maupun pelaku usaha angkutan bus adalah soal perawatan.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah ini. Karena dengan batasan usia hingga 15 tahun membuat kami selaku pengusaha bisa “bernafas lega” bisa menjalankan bisnis dengan optimal,” papar Direktur Utama PO Scorpion Holidays, Firman Fathul Rochman, perusahaan penyedia jasa bus pariwisata, saat dihubungi Motoris, Sabtu (6/7/2019).

Pernyataan senada diungkapkan Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan. Menurutnya, dalam hitung-hitungan bisnis jasa angkutan bus pariwisata, usia 10 tahun, sdah cukup untuk mengembalikan modal dan menangguk untung.

“Tetapi, kalau dibuat lebih lama lagi, menjadi 15 tahun lagi kan lebih leluasa. Apalagi, saat ini sektor pariwisata juga terus berkembang. Kemampuan ekonomi masyarakat yang meningkat juga membawa dampak kegiatan rekreasi juga semakin berkembang. Apalagi, infrastruktur juga semakin bagus,” kata Lesani kepada Motoris, melalui pesan elektronik, Sabtu (6/7/2019).

Firman Fathul Rochman, Direktur Utama Perusahaan Otobus Pariwisata Scorpion Holidays – dok.Istimewa

Hanya memang, jika alasan pembatasan bus dengan rentang usia selama itu adalah untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna terkait kondisi bus, dirasa kurang tepat.

“Karena kuncinya adalah perawatan. Bus baru di bawah 10 tahun pun kalau perawatan tidak baik, ya tentu kondisi aspek keamanan dan kenyamanan juga kurang bagus,” terang Lesani yang juga Direktur Utama PO Putera Mulya Sejahtera itu.

Oleh karena itu, Lesani maupun Firman, berpesan kepada pengusaha angkutan bus pariwisata untuk memperhatikan aspek perawatan. “Ingat, kondisi persaingan saat ini semakin ketat, kalau tidak memperhatikan kenyamanan dan keamanan, kita terlibas. Apalagi, persiangan tidak hanya dengan sesama angkutan bus saja, tetapi juga dengan moda lain,” ucap Firman.

Akomodir pengusaha
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, dalam siaran pers, Sabtu (6/7/2019) menyebut Permenhub No. 16/2019 Tentang Perubahan Atas Permenhub No. 117/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek sudah rampung dan dilegalisasi.

“Prosesnya saat ini sedang dilakukan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” kata dia.

Budi yang juga mantan widyaiswara Korlantas Polri itu mengatakan, pemerintah memperpanjang batasan usia bus pariwisata dari 10 menjadi 15 tahun untuk mngakomodir kepentingan pengusaha. “Ini sesuai dengan harapan teman-teman pengusaha (bus pariwisata) di Asosiasi Pengusaha Bus Pariwisata,” ucapnya.

Ilusrasi, bus Hino R260 yang merupakan chassis bus terlaris Hino diaplikasikan sebagai bus pariwisata – dok.Istimewa

Sedangkan untuk bus reguler biasa – baik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) batasan usianya tetap hingga 25 tahun. Hal itu, sesuai dengan Permenhub No. 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS