Cina Mau Bikin Industri Baterai di Bekasi, Jepang Ketinggalan

Cina Mau Bikin Industri Baterai di Bekasi, Jepang Ketinggalan
Ilustrasi baterai motor listrik di mobil - dok.Stanford University

Jakarta, Motoris – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), pengembang kawasan industri MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, mendapat pemesanan lahan dari perusahaan baterai asal Tiongkok. Order ini kemungkiman terkait program mobil listrik (electric vehicle/EV) yang tengah digodok pemerintah.

Berdasarkan laporan riset Maybank, Kamis (11/7/2019), kabar itu mengindikasikan aliran investasi proyek EV mulai mengalir. Meski, pemerintah hingga kini belum menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) EV.

Sebelumnya, perusahaan baja nirkarat terbesar di dunia asal Tiongkok, Tsingshan, membangun pabrik bahan baku baterai EV bersama sejumlah sekondannya di Morowali, Sulawesi Tengah. Nilai investas pabrik ini membengkak menjadi US$ 1,5 miliar dari US$ 700 juta, seperti dilaporkan Reuters, pekan lalu.

Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik di SPLU – dok.Istimewa

Adapun pemain baterai Jepang sejauh ini belum kelihatan pergerakannya. Padahal Toyota berencana menggarap mobil hybrid di negeri ini dengan alokasi investasi fantastis, Rp 28 triliun.

Maybank menegaskan, industri EV bakal banjir insentif. Salah satunya diskon pajak vokasi dan litbang berkisar 200-300% dari investasi yang ditanamkan.

Dalam Perpres EV, pemain hingga penyedia infrastruktur dijanjikan insentif fiskal dan nonfiskal. Sayang, hingga kini beleid itu belum juga keluar.

Sementara itu, manajemen Bekasi Fajar menyediakan dana Rp 600 miliar tahun ini untuk akuisisi lahan. Dana ini cukup untuk membeli 100 hektare (ha) lahan. Kuartal I-2019, perseroan memiliki bank tanah 1.044 ha. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS