Astra Disebut Injeksi Modal Perusahaan Logistik Trukita

Astra Disebut Injeksi Modal Perusahaan Logistik Trukita
Kantor PT Astra International-dok.astra.co.id

Jakarta, Motoris – PT Astra International Tbk disebut-sebut tengah menjalankan proses injeksi modal kepada perusahaan rintisan yang bergerak di bisnis jasa logistik, Trukita. Kabarnya, suntikan dana tersebut diberikan Astra bersama sejumlah pihak antara lain EverHaus.

Jika Astra cs menyuntik modal ke Trukita, itu cukup beralasan. Pasalnya, perusahaan rintisan tersebut menjadi asalah satu perusahaan yang masuk dalam program akselerasi perusahaan rintisan GK-Plug and Play.

“Klien Trukita yang melayani jasa logistik dengan truk, yang saya tahu selama ini juga cukup lumayan. Ada beberapa perusahaan top, APL Logistik, SBL Logistik, Samudera Indonesia, Autoaccindo, dan beberapa lainnya. Selain di wilayah Jawa, operasi Trukita juga menjangkau Sumatera dan Bali,” tutur kolega Motoris di Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) saat berbincang, di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dengan menyuntik modal ke Trukita, kata dia, Astra akan mendapatkan sejumlah keuntungan. Pertama, kan mendapatkan layanan logistik untuk distribusi produk-produk yang menjadi “barang dagangan” dan produksi mereka, termasuk prduk otomotif.

Ilustrasi Quester UD Trucks – dok.Youtube

“Kedua, tentu saja, akses pemasaran truk-truk yang dipasarkan Astra juga bakal mendapat pasar yang pasti,” ucap pria yang juga pengurus Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia itu.

Data menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu, PT Astra UD Trucks menjual 3.370 unit truk. Jumlah ini naik 21,92% dibanding penjualan sepanjang tahun 2017 yang sebanyak 2.764 unit.

Sedangkan Chief Operating Officer (COO) Astra UD Trucks, Winarto Martono, Minggu (17/2/2019) dalam siaran pers mengatakan, pihaknya telah berhasil melego 8.000 unit truk Quester. Truk ini merupakan jenis truk yang diperuntukan bagi bisnis kargo dan logistik.

Potensi bisnis logistik
Kabar soal injeksi modal Astra ini, menyeruak setelah Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto yang beberapa waktu lalu menyebut pihaknya tahun ini menganggarkan Rp 30 triliun untuk belanja modal. Duit senilai itu berasal dari kas internal dan akan dibelanjakan jika ada bidang-bidang bisnis yang menggiurkan.

“Tentunya, kalau ada bidang yang kita masuki dan potensinya menggiurkan, ya akan kita tambah modal dan investasi,” ungkapnya saat konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ASII, di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Soal potensi bisnis logistik, Chairman Supply Chain Indonesia – perusahaan konsultan marketing bisnis logistik – Setijadi, di situs resmi perusahaan belum lama ini memperkirakan sektor logistik tahun ini tumbuh 11,56% dibanding tahun lalu. Nilainya menjadi Rp 889,4 triliun dari sebelumnya 797,3 triliun.

Ilustrasi, truk pengangkut barang di jalan tol – dok.Motoris

Hanya hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari PT Astra International Tbk terkait kabar injeksi modal tersebut. Pertanyaan yang disampaikan melalui telepon genggam Prijono Sugiarto hingga berita ini diturunkan belum terbalas. (Fan/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This