Soal Pembiayaan Mobil Cina, Ini Kata Leasing Astra

Soal Pembiayaan Mobil Cina, Ini Kata Leasing Astra
SUV baru Dongfeng Sokon yang diluncurkan di Indonesia, DFSK Glory 560 - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski mengakui mobil buatan merek asal negeri Cina juga bagus, namun perusahaan pembiayaan (leasing) di bawah payung Astra tak serta merta mudah untuk membiayai pembeliannya secara kredit. Faktor jaringan dan layanan purna jual yang berkelanjutan masih menjadi pertimbangan.

“Mobil Cina bagus. Tapi kami kan juga melihat mobil Cina belum sampai taraf stabil untuk networking atau jaringan. Memang, ini butuh waktu, tidak bisa semudah itu (langsung memberikan pembiayaan kredit) di otomotif,” tutur Chief Marketing Officer Astra Credit Company, Tan Chian Hok, di sela acara media gathering Astra Financial, di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, jaringan dan layanan purna jual yang berkelanjutan menjadi penilaian tersendiri bagi perusahaan pembiayaan, termasuk perusahaannya. Begitu pun dengan nilai jual kembali.
“Jadi, ya harus sustainable ya,” kata dia.

Wuling Almaz, SUV andalan pabrikan asal Cina – Wuling Motors – di Indonesia yang penjualannya terus meningkat sejak diluncurkan secara resmi pada 28 Februari 2019 – dok.Motoris

Pertimbangan yang lain adalah volume penjualan yang merupakan salah satu indikator seberapa banyak mobil-mobil merek itu digunakan oleh masyarakat. Terlebih, volume tersebut juga menjadi acuan nilai harga jual kembali dari mobil yang bersangkutan.

“Kalau mobil kita bicara secara volume berapa banyak yang dipakai masyarakat. Karena, itu mempengaruhi daya (minat) beli masyarakat. Ini semua ada di pemegang mereknya, (termasuk) bagaimana mereka menggaransi mobil yang dijual, untuk resale value- (harga jual kembali)-nya, mobil itu dipakai dan sebagainya tergantung APM,” terang Ahok. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This