Usia Truk Dibatasi Maksimal 25 Tahun? Ini Pertimbangannya

Usia Truk Dibatasi Maksimal 25 Tahun? Ini Pertimbangannya
Ilustrasi, Truk Hino Dutro - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenub) berencana melakukan pembatasan usia truk di Indonesia hingga 25 tahun. Batas usia yang panjang itu dimaksudkan sebagai akomodir terhadap kepentingan usaha dan kondisi ekonomi terkait usaha angkutan truk.

Seperti diungkapkan Kepala Subdirektorat Angkutan Multimoda dan Antarmoda Ditjen Hubdat Kemenhub, Ahmad Wahyudi, melihat kondisi bisnis angkutan truk di Tanah Air, masa break event point (masa balik modal) investasi di bisnis angkutan truk cukup lama. Hal itu, kata dia, dikarenakan tingkat pemakaian truk (utility) truk yang rata-rata hanya 40-50%.

Selain itu, aturan tersebut juga diharapkan ikut menyokong tercipatnya biaya logistik nasional yang semakin kompetitif. Maklum, saat ini biaya logistik di Indonesia mencapai 25-26% dari Produk Domestik Bruto. Sehingga, jika investasi di bisnis angkutan (truk) semakin mahal, maka ongkos logistik juga terkena dampaknya.

“Ini dikarenakan berbagai faktor, mulai dari kemacetan lalu-lintas sehingga menyebabkan perjalanan truk membawa barang lebih lama, hingga kondisi alam, dan sebagainya. Dan Indonesia itu, ada wilayah barat, tengah, dan timur. Dimana kondisi (perputaran roda ekonomi) antara satu wilayah dengan wilayah lainnya juga berbeda,” papar Wahyudi saat ditemui di sela acara grand final Hino Safety Driving Competition, di Jatake, Tangerang, Rabu (17/7/2019).

Sehingga, lanjut dia, batasan usia maksimum truk di Indonesia yang diusulkan Kemenhub adalah 20-25 tahun. Namun, rancangan peraturan tersebut bisa diubah jika ada masukan dari para pemangku kepentingan.

Ilustrasi, truk pengangkut barang di jalan tol – dok.Motoris

“Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pengusaha (yang tergabung) di Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) dan pengusaha logistik. Ini terbukti untuk diberi masukan atau dikritisi,” kata Wahyudi.

Menyinggung masih banyaknya truk yang terlibat kecelakaan atau mogok di tengah perjalanan dan mengakibatkan kemacetan lalu-lintas, Wahyudi menyebut berbagai kasus tersebut tidak pasti korelasi dengan usia truk.

Menurutnya, tidak sedikit truk-truk berusia di atas 20 tahun yang ternate masih oke dalam menjalani tugas mengangkut barang di jalanan.

“Kuncinya adalah perawatan dan disipiin,” ucap dia.

Berkembang bersama
Sementara, Direktur Promosi dan Penjualan PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo, mengaku pihaknya senang saja jika ada aturan pembatasan usia truk. Pasalnya, permintaan truk untuk peremajaan armada akan terjadi.

“Tetapi, kita juga tidak sepenuhnya senang. Kenapa, kalau ada pembatasan lalu perusahaan-perusahaan itu tutup, kan pasar akan terganggu juga,” kata dia tempat yang sama.

Sebagian dari truk Hino yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Hino, kata Santiko, melihat tingkat utilisasi truk di Indonesia masih rendah dikarenakan berbagai hal. Oleh karena itu, dia berharap, aturan soal pembatasan usia truk tersebut juga mempertimbangkan kondisi ini.

“Kami inginnya berkembang bersama. Artinya, kalau perusahaan-perusahaan itu berkembang, kan permintaan truk untuk tambahan armada, juga terjadi. Makanya, kita ingin berkembang bersama-sama,” imbuh dia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This