Ban “Masa Depan” Dunlop Kenalan di GIIAS, Dijamin Anti Bocor

Ban “Masa Depan” Dunlop Kenalan di GIIAS, Dijamin Anti Bocor
Ban Konsep Dunlop yang diperkenalkan di hajatan GIIAS 2019 - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Produsen ban asal Inggris – yang kini berkantor pusat di Akron, Ohio, Amerika Serikat – tengah mengembangkan ban masa depan yang ramah lingkungan namun berdaya guna tinggi untuk para pemakai. Ban tanpa tekanan angin dengan teknologi “Gyroblade” itu juga diperkenalkan PT Sumi Rubber Indonesia (Surindo) – pemegang merek sekaligus produsen ban Dunlop di Indonesia – di hajatan GIIAS 2019.

Seperti dipaparkan Advertising and Promotion Manager Surindo, Hartono, ban futuristic itu pertama kali diperkenalkan di gelaranTokyo Auto Salon tahun 2015 lalu. Kini, lanjut dia, seiring dengan perkembangan teknologi mobil, kebutuhan konsumen terkait kondisi lingkungan, serta gaya hidup masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, maka Surindo juga memperkenalkannya di Tanah Air.

“Di GIIAS 2019 (yang berlangsung 18-28 Juli) ini akan kita perkenalkan pertama kalinya. Kenapa kita memperkenalkannya, karena kita ingin bergerak ke depan dengan gaya yang lebih baik. Dengan teknologi baru ini juga memungkinkan ban untuk menjadi sebuah tren mode yang stylish di masa depan,” papar Hartono, di arena GIIAS, ICE, Serpong, Tangerang, Selasa (23/7/2019).

Ilustrasi, fleksibilitas ban masa depan dari Dunlop yang menjadikannya nyaman digunakan – dok.Istimewa

Secara tampilan ban ini cukup menarik. Sekilas, terlihat, karet ban luar yang dilekatkan pada lingkar badan ban yang terbuat dari bahan logam dan disokong oleh jari-jari yang terbuat dari resin khusus.

Keberadaan jari-jari itulah yang menggantikan ruang dalam ban – di ban biasa – sehingga ban tak perlu angina bertekanan tinggia sebagai penopang tapak ban.”Jari-jari ini sudah memenuhi fungsi dasar ban. Dengan konsep teknologi Gyroblade ban ini memiliki konstruksi yang terdiri dari tiga bagian,” terang Hartono.

Bagian pertama, pelek yang terbuat dari bahan logam dengan posisi menempel pada as kendaraan. Kedua, pelek tersebut dikelilingi oleh material resin khusus yang menggantikan fungsi ruang udara di ban konvensional.

“Dan bagian ketiga atau paling luar adalah telapak ban yang berfungsi seperti telapak ban pada umumnya,” jelas Hartono.

Aman dan nyaman

Dengan teknologi dan konstruksi seperti itu, maka ban ini memiliki serangkaian keunggulan. Pertama, tidak akan pernah mengalami bocor. Kedua, itu tidak memerlukan perawatan.Ketiga, dalam pemakaiannya, menjadikan mobil memiliki tingkat pengendalian yang bai.

Ban ini juga memiliki kemampuan dalam menghadapi kondisi hydoplaning dan berperforma baik saat jalanan basah,  dengan tingkat kenyamanan senyaman ban bertekanan udara. Ban “masa depan” itu, kata Hartono, diperuntukan bagi mobil berjenis sedan.

Prosesi pengenalan ban konsep Dunlop di arena GIIS 2019, ICE, Serpong, Tangerang – dok.Motoris

Dari hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan,  dengan teknologi serta konstruksi maupun bahan yang dipakai, usia ban tersebut bisa mencapai lima tahun atau 1865 hari meski digunakan di jalanan dalam kondisi hujan maupun kering.

“Tapi soal kapan ban ini diproduksi massal dan dijual, berapa harganya, saya belum bisa menyampaikannya,” imbuh Hartono. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This