Catat, Ban Vulkanisir Bakal Dikenai Wajib SNI

Catat, Ban Vulkanisir Bakal Dikenai Wajib SNI
Ilustrasi ban mobil - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghembuskan wacana ngeri-ngeri sedap buat pelaku usaha vulkanisir ban. Instansi yang dipimpin oleh Menteri Airlangga Hartarto itu sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Aturan ini dinilai penting untuk menjaga kelangsungan industri ban vulkanisir di dalam negeri sekaligus memastikan bahwa produk tersebut aman digunakan bagi konsumen.

“Untuk itu, kami akan berlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib untuk ban vulkanisir,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara.

Ngakan menyatakan rencana penerapan SNI wajib tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Regulasi Teknis (PNRT) 2018-2019, yang menyatakan SNI 3768-2013 (vulkanisir ban mobil penumpang dan komersial) termasuk salah satu dari 57 SNI yang akan diberlakukan secara wajib.

Ia menyebut SNI ini berisikan SNI 0098:2012 untuk ban mobil penumpang, SNI 0099:2012 untuk ban truk dan bus, SNI 0100:2012 untuk ban truk ringan, juga SNI 0101:2012 untuk ban sepeda motor.

Ilustri pemeriksaan tekanan ban – dok.Gordon’s Tyre

“Selama ini penerapan SNI ban vulkanisir masih bersifat sukarela. Kami meyakini, penerapan standar pada proses produksi ban vulkanisir dapat membantu kegiatan usaha yang sebagian besar adalah pelaku industri kecil dan tnenengah (IKM),” paparnya.

Untuk menyosialisasikan rencana penerapan SNI wajib tersebut, Kemenperin melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) industri ban vulkanisir yang diselenggarakan selama tiga hari, 24-26 Juli 2019. Kegiatan ini diikuti 20 pelaku industri ban vulkanisir dari wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Bimtek digelar di Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta. Peserta juga kami perkenalkan dengan beberapa hasil inovasi dari balai di bawah BPPI tersebut,” tutur Ngakan.

Ban Vulkanisir Banyak Digunakan

Kepala BPPI melihat peluang bisnis industri ban vulkanisir di dalam negeri masih prospektif. Hal ini karena produk tersebut masih banyak digunakan pada kendaraan komersial seperti mobil penumpang, truk dan bus.

Apalagi harga yang lebih murah menjadi daya tarik bagi pembeli untuk memilih ban vulkanisir.

“Sebab itu, quality control perlu diperhatikan dalam proses vulkanisir ban, sehingga kualitasnya terjaga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pengguna,” imbuhnya.

Kepala Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP), Agus Kuntoro menilai, bimtek yang diberikan Kemenperin diyakini bakal menjawab masalah limbah ban bekas.

lustrasi ban truk – dok,Truckmagz

“Usaha vulkanisir tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan terkait ban bekas, namun juga menggerakkan ekonomi masyarakat kecil, karena sebagian besar usaha ini ditekuni oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM),” terangnya.

Serap Karet Terbesar Kedua

Industri vulkanisir ban dalam negeri memiliki utilitas sebesar 80%. Di Indonesia, sebanyak 258 perusahaan vulkanisir telah terdaftar di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Usaha vulkanisir juga bisa menjawab permasalahan lingkungan terkait ban bekas,” tutur Sekjen Asosiasi Pabrik Vulkanisir Ban Indonesia (Apvubindo) Ahmad Gunawan.

Menurut Ahmad, industri ban vulkanisir menjadi penyerap karet terbesar kedua setelah industri ban baru.

“Industri ban vulkanisir menyerap sekitar 90.000 ton karet per tahun, sedangkan ban baru sekitar 120.000 ton,” ungkapnya.

Ilustrasi, karet alam – dok.Pertanianku.com

Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI) mencatat industri ban vulkanisir di Indonesia mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap perekonomian nasional hingga Rp36,3 miliar per tahun.

Data produksi ban vulkanisir pada 2017 mencapai 20,48 juta unit atau meningkat 2,95% dibanding jumlah produksi 2016 sebanyak 19,9 juta unit. Produksi tahun 2016 sendiri naik 4,97% dibanding produksi 2015 sebanyak 18.956 juta unit. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This