Penerapan Tarif Ojol Diperluas, Ini Respon Grab

Penerapan Tarif Ojol Diperluas, Ini Respon Grab
Ilustrasi ojek online Grab di Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pemerintah memperluas penerapan tarif ojek online (Ojol) ke 88 kota/kabupaten mulai pukul 00.00 WIB, Jumat (9/8/2019), yang sebelumnya – besaran tarif itu – telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019. Menyikapi hal itu, Grab meyatakan akan melakukan penyesuaian.

“Kami mendukung dan siap melaksanakan perluasan tarif ojek online sesuai dengan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, Rabu (7/8/2019) kemarin),” tutur Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreiannno dalam keterangan resmi, Kamis (8/8/2019).

Aturan mengenai tarif ojol ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 12 Tahun 2019. Sebelumnya, pemberlakuan tarif tahap 1 dan 2 telah dilakukan.

Tri menyebut, Grab Indonesia telah melakukan beberapa penyesuaian dan sosialisasi terkait dengan perluasan tarif tersebut. “Kami akan menyesuaikan aspek teknologi, seperti algoritme dan GPS sesuai dengan skema tarif yang baru. Selain itu kami akan melakukan sosialisasi kepada mitra pengemudi kami,” kata dia.

Ilustrasi ojol Grab – dok.Istimewa

Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, yang dihubungi, di Jakarta, Kamis (8/8/2019) mengatakan saat ini, penerapan tarif baru yang ditetapkan melalui Kepmenhub 348 Tahun 2019 itu baru 40%. Padahal, targetnya, tarif tersebut sudah diberlakukan di 220 kabupaten/kota di Indonesia.

“Kendala yang dihadapi aplikator adalah penyesuaian algoritma yang ada di aplikasi mereka. Jadi, mereka minta perluasan dilakukan secara bertahap. Karena itu, kita lakukan bertahap juga, Termasuk perluasan saat ini,” kata dia.

Perluasan tersebut dilakukan, karena hasil evaluasi sebelumnya menunjukan, tingkat kepatuhan aplikator ojol terhadap penetapan tarif yang ada sudah mencapai lebih dari 85%. “Begitu juga dengan perluasan kali ini, akan kita evaluasi lagi. Begitu seterusnya, sehingga penerapan tarif itu dilaksanakan di 100% pada kabupaten dan kota yang kita targetkan,” jelas Yani.

Pengemudi ojek online Gojek tengah menunggu order penumpang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta – dok.Motoris

Tarif untuk zona I sebesar Rp1.850 – 2.300 per kilometer (km). Tarif minimal untuk zona tersebut sebesar Rp 7.000 – 10.000.

Tarif untuk zona II sebesar Rp2.000 – 2.500 per km dengan tarif minimal Rp 8.000 – 10.000. Sedangkan zona III sebesar Rp 2.100 – 2.600 per km dengan tarif minimal Rp 7.000 – 10.000.

Ahmad Yani menyebut, penerapan tarif baru ini  merupakan perluasan dari kebijakan tarif yang dilakukan dalam dua tahap yakni 1 Mei dan 1 Juli lalu. Pada tahap itu, penerapan tarif tersebut sudah berlaku di 45 kota/kabupaten.

Sedangkan, untuk saat ini perluasan tarif baru itu berlaku di zona I dan zona III. Sebab di zona II yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tidak ada perluasan tarif itu, karena  beberapa waktu lalu sudah lebih dulu disesuaikan. (Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This