Industri Komponen Lokal Masih Impor Bahan Baku

Industri Komponen Lokal Masih Impor Bahan Baku
Ilustrasi proses produksi komponen sebuah Industri Kecil dan Menengah di Klaten, Jawa Tengah - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengakui hingga saat ini sebagian bahan baku komponen otomotif yang dibuat oleh industri dalam negeri masih harus diimpor. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memanfaatkan kerjasama bilateral dengan Jepang untuk mendorong pengembangan industri hulu pembuat bahan baku dalam memenuhi keutuhan industri komponen lokal.

Salah satu bahan baku yang masih diimpor oleh industri komponen okal Indonesia adalah baja. Meski, sejatinya, Indonesia memiliki sumber baja. Selain baja, bahan baku yang masih diimpor – untuk meenuhi sandar spesifikasi industri kendaraan bermotor – adalah karet, plastik (resin), dan aluminium.

Data The South East Asia Iron and Steel Institute  menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu, impor baja oleh Indonesia mencapai 7,6 juta ton. Bahkan di kurun waktu semester pertama tahun ini, impor baja masih meningkat.

“(untuk bahan baku baja) Kita bisa memanfaatkan (kerangka kerjasama bilateral) IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement), untuk peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), tandarisasi, maupun penelitian dan pengembangan di industri bahan baku kita, sehingga menghasilkan produk yang memenuhi standar global,” papar Airlangga sasat ditemui di sela-sela Pameran Industri Komponen Otomotif di Kemenperin, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Ilustrasi, komponen produk otomotif – dok.Istimewa

Melalui cara itu, lanjut Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, Kejenperin mendorong kerjasama antara PT Krakatau Steel, Pohan Iron and Steel Corp, dan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation. Jika itu terjadi, maka pemenuhan kebutuhan baja dari industri komponen otomotif lokal bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Menurut Airlangga, industri komponen otomotif di Indonesia ditopang oleh 1.500 perusahaan. Jumlah tersebut terdiri dari industri kategori tier 1, tier 2, maupun tier 3.

“Industri ini tersebar di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata dia.
Dari jumlah itu, 240 perusahaan tercatat sebagai anggota Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM). Sedangkan 122 perusahaan lainnya, merupakan anggota Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Kemenperin mencatat, ekspor komponen buatan industri lokal Indonesia terus membukukan peningkatan, seiring dengan ekspor kendaraan bermotor dalam wujud utuh (CBU) maupun terurai (CKD). Pada tahun 2018, misalnya ekspor kendaraan CBU dan CKD mencapai 347.000-an unit.

Ilustrasi komponen otomotif – dok.Brand Essence Market

Pada saat yang sama, jumlah komponen mencapai 86,6 juta pieces lebih. “Dan per Juli kemarin (2019) nilai ekspor produk tersebut sudah 50% melampuai pencapaian ekspor tahun 2018,” imbuh Airlangga. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This