Diklaim Klop dengan Euro4, B100 Siap Berlaku 2021

Diklaim Klop dengan Euro4, B100 Siap Berlaku 2021
Ilustrasi Biodiesel - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Menteri Perindustrian menyebut bahan bakar bioiesel B100 bakal sesuai dengan standar Euro4 karena menggunakan campuran khusus. Alhasil, BBM itu bisa direalisasikan dan digunakan masyarakat pada tahun 2021, dimana standar itu mulai berlaku untuk kendaraan bermesin diesel di Tanah Air.

“Artinya, ketentuan standar Euro4, kebutuhannya bahan bakarnya juga bisa dipenuhi. Jadi terlaksana tahun 2021,” papar Airlangga di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, B100 tidak menggunakan campuran fatty acid methyl ester (FAME), tetapi menggunakan campuran hydroginated vegetables oil (HVO). Beberapa literature tentang HVO menyebut, minyak ini memiliki tingkat kecepatan dalam proses pembkaran yang lebih tinggi.

Selain itu berpotensi pengurangan jelaga yang umum terjadi di bahan bakar biodiesel. Bahkan emisi jelaga disebut berkurang 50-60%, dan emisi hydro carbon dan carbon oxide yang lebih rendah.

Ilustrasi biodiesel – dok.Istimewa

Sebelumnya, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto menyebut ada “keistimewaan” pajak bagi kendaraan flexy termasuk yang menggunakan BBM B100.

“Besaran PPnBM (pajak Penjualan Barang Mewah)-nya sekitar 8%, kabarnya,” kata dia beberapa waktu lalu saat ditemyi di arena GIIAS 2018, ICE, Serpong, Tangerang.

Harjanto mengaku, dari beberapa informasi yang didapatkannya dari sejumlah penelitian terhadap BBM B100, diketahui performa BBM tersebut lebih bagus dari bahan bakar berbahan fosil. “Cetane number bahan bakar fosil (solar) kan hanya 40-52, tetapi kalau B100 ini bisa 70-90. Kenapa demikian? Karena bahannya minyak dari tanaman,” ucap dia.

Mandatori B20
Menyinggung penyerapan minyak sawit untuk kebutuhan proses produksi B20, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono mengaku jauh meleihi ekpektasi. Setidaknya, kata dia, itu isa dilihat dari penyerapan biodiesel selama Januari – Juni.

“Penyerapan biodiesel untuk kebutuhan dmestik (dalam negeri) sepanjang Januari – Juni 2019 telah mencapai 3,29 juta ton atau naik 144% dibanding periode sama tahun 2018. Tahun itu penyerapan hanya sebesar 1,35 juta ton,” papar Mukti dalam keterangan tertulis.

Sampel Biodiesel B20 – dok.ebtke.esdm.go.id

Peningkatan penyerapan minyak sawit itu, lanjut dia, merefleksikan bahwa program mandatori B20 telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan yang bagus itu tidak hanya di sektor layanan umum saja (PSO) maupun non PSO. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This