Berlaku di Seluruh RI Pekan Depan, Ini Tarif Baru Ojol

Berlaku di Seluruh RI Pekan Depan, Ini Tarif Baru Ojol
Ilustrasi, ojek online di kota Tangerang - dok.Motoris

Jakarta, Motoris– Pemerintah melalui Keputusan Menteri (KM/Kepmen) Perhubungan No 348 Tahun 2019 telah menetapkan tarif baru ojek online (Ojol) yang diterapkan secara bertahap. Namun, mulai Senin (2/9/2019) terhitung sejak pukul 00.00 waktu setempat, tarif baru ini bakal berlaku di seluruh wilayah di Indonesia dimana angkutan Ojol beroperasi, yakni di zona I, II, dan III.

Seperti diungkapkan Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, jika saat ini tarif baru tersebut baru berlaku di 123 kota dari total kota dimana ojek berbasis aplikasi itu beroperasi – yakni Gojek dan Grab – kini, akan diberlakukan di semua kota.

“Dari data yang ada, Grab itu beroperasi di 224 kota di seluruh Indonesia, sedangkan Gojek ada di 221 kota. Nah, kemarin, Kamis (29/8/2019) kita kumpulkan di Kemenhub, kita sampaikan silahkan untuk melakukan penyesuaian tarif yang sudah ditetapkan itu untuk daerah-daerah atau kota yang belum. Semua bisa menerima dan menyatakan siap,” papar Ahmad Yani saat dihubungi, Jumat, (30/8/2019).

Ilustrasi, ojek online di Jakarta – dok.Motoris

Komponen dan besaran tarif
Berdasar Kepmenhub Nomor 348 tahun 2019 – sebagai aturan pelaksanaan Permenhub 12/2019 – ditetapkan dua komponen penyusunan tarif Ojol. Pertama, biaya langsung yang besarannya ditetapkan oleh pemerintah, atau dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Kedua, biaya tidak langsung yang ditetapkan aplikator. Besaran biaya ini diterapkan, maksimal 20% dari total biaya langsung. “Kedua komponen biaya itu ditetapkan menjadi tarif baru,” ucap Yani.

Adapun biaya langsung yang ditetapkan oleh Kemenhub adalah, untuk zona I yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali- tidak termasuk Jabodetabek – adalah Rp 1.850-2.300 per kilometer. Dengan ketentuan biaya minimal Rp 7.000 – 10.000.

Sementara untuk zona II yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek, biaya langsung yang ditetapkan sebesar Rp 2.000-2.500 per kilometer. Biaya minimal untu zona ini ditetapkan Rp 8.000-10.000.

Ilustrasi, pengemudi ojek online tengah menunggu order penumpang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta – dok.Motoris

Sedangkan untuk zona III yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan lainnya, biaya langsung yang ditetapkan adalah Rp 2.100-2.600 per kilometer. Di zona ini biaya minimal yang ditetapkan Rp 7.000-10.000.

Biaya minimal adalah biaya yang paling kecil untuk dibayar pengguna jasa Ojol. Hal ini, kata Yani, demi memberi kepastian kepada para pengemudi Ojol dan kesejahteraan mereka. Namun, besaran biaya ini juga dinilai tidak memberatkan pengguna atau masyarakat. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This