Mulai Berlaku, Penerapan Tarif Baru Ojol Terus Dipantau

Mulai Berlaku, Penerapan Tarif Baru Ojol Terus Dipantau
Ilustrasi, pengemudi ojek online - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Terhitung sejak Senin (2/9/2019) penerapan tarif baru ojek online (Ojol) Brab, Gojek, dan lainnya mulai berlaku di seluruh wilayah zonasi yang ada di Indonesia. Kepatuhan para aplikator ojek tersebut dalam menerapkan tarif anyar itu terus dipantau pemerintah dan akan dievaluasi pekan depan.

Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, untuk memantau penerapan tarif tersebut pihaknya akan melaukan survei. Selain keuasan masyarakat dan tingkat penghasilan yang dikumpulkan para pengemudi setelah tarif baru itu berlaku, survei juga akan melihat efektifitas dari aturan tersebut.

“Hasil survei itu nanti akan kita jadikan bahan evaluasi. Proses evaluasi akan dilakukan seminggu setelah aturan ini berlaku, jadi minggu depan. Kalau ditemukan nanti akan ada peringatan satu, dua, dan seterusnya,” kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Tarif baru yang ditetapkan berdasar Keputusan Menteri (KM/Kepmen) Perhubungan No 348 Tahun 2019 telah diujicoba diberlakukan di delapan kota di Indonesia. Kini, pemberlakuan tarif tersebut dilakukan menyeluruh di wilayah Indonesia, dimana Ojol beroperasi.

Ilustrasi, ojek online di Jakarta – dok.Motoris

Saat ini tarif baru tersebut baru berlaku di 123 kota dari total kota dimana ojek berbasis aplikasi itu beroperasi. Sementara, Grab beroperasi di 224 kota dan Gojek ada di 221 kota di seluruh Indonesia.

Tarif baru
Berdasar Kepmenhub Nomor 348 tahun 2019 – sebagai aturan pelaksanaan Permenhub 12/2019 – ditetapkan dua komponen penyusunan tarif Ojol. Pertama, biaya langsung yang besarannya ditetapkan oleh pemerintah, atau dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Kedua, biaya tidak langsung yang ditetapkan aplikator. Besaran biaya ini diterapkan, maksimal 20% dari total biaya langsung. “Kedua komponen biaya itu ditetapkan menjadi tarif baru,” ucap Yani.

Adapun biaya langsung yang ditetapkan oleh Kemenhub adalah, untuk zona I yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali- tidak termasuk Jabodetabek – adalah Rp 1.850-2.300 per kilometer. Dengan ketentuan biaya minimal Rp 7.000 – 10.000.

Ilustrasi, ojek online di kota Tangerang – dok.Motoris

Sementara untuk zona II yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek, biaya langsung yang ditetapkan sebesar Rp 2.000-2.500 per kilometer. Biaya minimal untu zona ini ditetapkan Rp 8.000-10.000.

Sedangkan untuk zona III yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan lainnya, biaya langsung yang ditetapkan adalah Rp 2.100-2.600 per kilometer. Di zona ini biaya minimal yang ditetapkan Rp 7.000-10.000. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This