Ini Tipe Colokan Cas Kendaraan Listrik yang Ditetapkan Pemerintah

Ini Tipe Colokan Cas Kendaraan Listrik yang Ditetapkan Pemerintah
Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski telah menetapkan tiga tipe colokan atau stop kontak untuk pengecasan setrum bagi baterai kendaraan listrik di Indonesia, namun Kemeteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin memberi masukan. Ketiga tipe yang telah ditetapkan itu meliputi tipe yang digunakan di Eopa, Jpang, serta di wilayah Eropa.

“Sampai saat ini sudah kami tetapkan tiga tipe yang juga merupaan tipe stop kontak di tiga wilayah. Ketiga adalah AC Charging tipe 2 yang digunakan di wilayah Eropa. Kemudian tipe fast DC charging CHAdeMO yang digunakan di wilayah Jepang dan Amerika Serikat, serta DC Charging Combo tipe 2 CCS yang digunakan di Eropa,” papar Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, saat ditemui di sela acara Indonesia Electronic Motor Show (IEMS), Jakart, Rabu (4/9/2019) lalu.

Penetapan itu sudah dilakukan dalam rapat koordinasi yang membahas kesiapan teknis dan keselmatan infrastruktur kendaraan bermotor listrik (KBL) di Tanah Air. Namun, Wanhar mengatakan penetapan tersebut masih bersifat sementara. Pasalnya, Kementerian ESDM juga masih menunggu masukan dan memberikan ruang kepada pihak lain untuk memberikan masukan.

Ilustrasi, proses pengecasan baterai mobil listrik – dok.Motoris

“Kami beri ruang untuk masukan, karena tipe dan jenis kendaraan listrik juga terus berkembang dan beragam. Sehingga, inti dari tujuan penetapan tipe-ipe itu adalah, bagaimana memberikan kemudahan tetapi aman bagi keselamatan pengguna maupun orang-orang di sekitarnya,” papar Wanhar.

Bahkan, dalam waktu dekat Kementerian akan mengundang Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan industri untuk membahas tipe stop kontak ini. “Jadi, nanti bisa kami tetapkan lagi, jika tipe baru yang disulkan dan disetujui semua pemangku kepentingan dan memenuhi syarat, ketentuan, dan standar yang ada,” ucap Wanhar.

Menurut dia sejumlah agen pemegang merek mobil di Tanah Air yang juga memasarkan kendaraan listrik juga mendesak pemerintah agar segera memastikan dan menetapkan tipe-tipe stop kontak untuk pengecasan baterai. Hal itu, dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada industri agar cepat bisa menyesiakan produknya sekaligus memberi kemudahan dan keamanan kepada pengguna kendaraan.

Usulan yang diajukan para agen pemegang merek sebagai kepanjangan tangan produsen kendaraan dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Penilaian tersebut salah satunya diungkapkan Chief Executive Officer PT Gesits Technologies Indo (GTI) – produsen skuter listrik asal Indonesia – Harun Sjech.

Ilustrasi,skuter lisrik (Skutrik) buatan anak negeri, Gesits – dok.Motoris

“Saya kira wajar jika industri atau produsen melalui agen pemegang mereknya mengusulkan hal seperti itu. Karena kalau kita lihat di masing-masing wilayah atau benua soal colokan itu juga beda-beda. Ke Amerika, beda dengan di Jepang, atau Eropa. Ini untuk kemudahan, kenyamanan, sekaligus keamanan jika tipenya ditetapkan berikut standarnya,” ungkap dia saat ditemui Motoris di tempat dan hari yang sama. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This