Ribuan Mobil Mewah di Jakarta Nunggak Pajak Rp 47M

Ribuan Mobil Mewah di Jakarta Nunggak Pajak Rp 47M
Ilustrasi, mobil mewah Lamborghini yang dipamerkan Prestige Image di IIMS 209 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Ribuan unit mobil mewah berbagai jenis dan merek yang dimiliki warga DKI Jakarta ternyata menunggak pajak, dengan nominal pajak Rp 100 juta hingga miliaran rupiah. Total nilainya hampir Rp 47 miliar.

“Iya betul, itu nilai pastinya Rp 46,89 miliaran-lah dari hitung-hitung kita. Itu nilai pajak yang belum terbayar ya, khususnya untuk mobil mewah saja, mulai dari yang mewah, mewah menengah sampai super mewah dari berbagai tahun keluaran (produksi). Kita sudah cek, tahunnya masih aktif dan sudah lama tidak aktif (mati),” papar Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Jumlahnya, kata Faisal, sekitar 1.460-an unit. Mobil-mobil itu merupakan mobil buatan Eropa, Amerika, hingga Jepang. Mulai dari Rolls-Royce, Mercedes-Benz, Aston Martin, Lamborghini, MINI, BMW, Jaguar, Land Rover, Jeep, Hummer, hingga Lexus, Camry, Alphard, dan lainnya.

Ilustrasi, mobil mewah Aston Martin New Vantage yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu- dok.Motoris

“Sebaran domisilinya bermacam-macam, ada di hampir setiap wilayah kota di DKI Jakarta (Barat, Timur, Utara, dan Selatan). Kita sudah cek, alamatnya masih ada. Wajib pajaknya juga masih ada, paling tidak kalau sudah meninggal ahli warisnya masih ada,” ujar Faisal.

Oleh karena itu, dia berharap para pemilik untuk segera memenuhi kewajbannya membayar pajak kendaraan miliknya tersebut. Terlebih, kata dia, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melaksanakan kebijakan penghapusan denda pajak terhadap sembilan obyek dan jenis pajak.

Ilustrasi, mobil mewah Land Rover Range Rover yang dipasarkan di Indonesia oleh PT WAE – dok.Motoris

Dari sembilan tersebut, termasuk di sektor otomotif atau kendaraan bermotor. Jenis pajak yang dihapuskan denda adalah pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), dan pajak kendaraan bermotor (PKB). “Penghapusan denda ini kami berlakukan mulai dari 16 September tahun 2019, sampai dengan 30 Desember,” imbuhnya. (Yus/Ara)

 

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This