Go-Jek dan Grab, Saling Klaim Terunggul di Indonesia

Go-Jek dan Grab, Saling Klaim Terunggul di Indonesia
Ilustrasi, GrabFood - dok.Prebiu.com

Jakarta, Motoris – PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, perusahaan aplikator transportasi online Go-Jek mengklaim sebagai penguasa bisnis antar makanan di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan besutan Nadiem Makarim menyebut memiliki pangsa pasar sebesar 70%.

Laporan Tech In Asia (TIA),belum lama ini, menyebut manajemen Go-Jek menyatakan riset Nielsen juga menunjukkan bisnis antar makanan GoFood miliknya dianggap konsumen Indonesia lebih unggul dibanding perusahaan transportasi online lainnya dari sisi pilihan menu, kemudahan penggunaan aplikasi untuk memesan makanan, kecepatan pengantaran, dan keandalan driver. TIA tidak menyebutkan nama pejabat Go-Jek yang memberikan data tersebut.

Namun, dalam sebuah pernyataan yang juga dikirim ke redaksi TIA, saingan utama Go-Jek yaitu Grab mengatakan, mngaku pangsa pasar layanan antar makanannya di Indonesia hampir 50%. Angka itu naik dari level 15% setahun yang lalu.

Nielsen sendiri telah mensurvei 1.000 konsumen pengguna layanan transportasi online di tujuh kota besar di Indonesia pada Mei 2019. Responden yang rata-rata berusia 18 sampai 45 tahun, mengaku menggunakan setidaknya satu layanan pengiriman makanan berbasis aplikasi dalam tiga bulan terakhir.

Ilustrasi, GrabFood – dok.Prebiu.com

Survei juga menemukan bahwa dari 95% orang Indonesia yang makan di luar, 58% memesan makanan menggunakan aplikasi sekitar 2,6x seminggu.

Riset Kantar
Saling klaim penguasa pasar bisnis antar makanan semakin membingungkan, pasalnya lembaga riset asal Inggris, Kantar, justru menahbiskan GrabFood sebagai layanan antar makanan yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Menurut lembaga riset yang bermarkas di London, sepanjang kuartal II 2019, GrabFood digunakan oleh sekitar 57% pengguna aplikasi layanan antar makanan di Indonesia.

“GrabFood paling sering digunakan untuk memesan makanan, diikuti oleh kompetitornya di angka 42%,” ujar Kantar dalam risetnya.

Hal tersebut terbilang mencengangkan, karena layanan GrabFood baru diluncurkan Grab setelah lebih dari satu tahun Go-Jek merilis GoFood.

Ilustrasi, pengemudi ojek online Gojek dan Grab tengah menunggu order penumpang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta – dok.Motoris

Sebelumnya juga diberitakan, ABI Research, lembaga riset yang bermarkas di London, Inggris, Grab mampu menguasai pangsa pasar transportasi online sebesar 11,4% di Asia Pasifik dengan mendominasi pasar Indonesia dan Vietnam.

Di Indonesia, Grab memimpin pasar dengan 64% dan Vietnam 74%. Sedangkan, pesaing terdekat Grab yaitu Go-Jek memiliki 35,3 persen pangsa pasar Indonesia. Sementara anak usahanya di Vietnam, Go-Viet memiliki 10,3 persen dari pasar Vietnam. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This