Kementerian ESDM Siap Implementasikan Biodiesel B30

Kementerian ESDM Siap Implementasikan Biodiesel B30
Ilustrasi, Menteri ESDM Ignasius Jonan saat melakukan pengisian BBM B30 ke mobil yang menjalani road test dengan menggunakan bahan bakar tersebut - dok.BPBD.or.id

Jakarta, Motoris – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai regulator di bidang industri ritel bahan bakar minyak (BBM) menyatakan siap mengimplementasikan program biodiesel B30 mulai 1 Januari 2020. Hal tersebut ditegaskan usai dituntaskannya rangkaian Road Test B30 di kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Semarang pada 18 September lalu.

Kepala Balitbang ESDM, Dadan Kusdiana menegaskan, bahwa dalam penggunaan B30 semua aspek kendaraan yang diujicobakan sudah lolos.

“Pada road test ini B30 dibandingkan dengan B20. Hasilnya dari sisi konsumsi bahan bakar, secara rata-rata tergantung dari jenis kendaraan, plus minus 0,87 persen lebih tinggi konsumsinya,” jelas Dadan.

Ia menegaskan meskipun sedikit lebih boros konsumsi BBM nya dibandingkan dengan B20, namun secara performance mesin mobil yang mengonsumsi B30 menghasilkan daya yang lebih tinggi.

“Sementara untuk emisi, semuanya lebih bagus, kecuali untuk nitrogen oksida (NOx), tergantung dari jenis kendaraan. Secara umum bagus,” imbuhnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana – dok.Sawitindonesia.com

 

Tanpa Kendala Filter Oli
Dadan juga menegaskan, penggunaan B30 pada mobil-mobil yang diujicobakan seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Nissan Terra tidak menimbulkan kendala berarti bagi filter oli seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Terlebih semua kendaraan dalam road test ini melewati batasan minimum dari yang disarankan oleh APM (Agen Pemegang Merk).

“Dari filter bahan bakar juga demikian, filter kan harus diganti setiap sekian kilometer, ini juga lulus,” ungkapnya.

Selain itu, road test yang dilakukan Kementerian ESDM bersama para APM ini juga dilakukan di Dieng, Jawa Tengah yang memiliki suhu dingin ekstrem.

“Di Dieng, kami mengujicoba kendaraan yang telah diisi B30 dengan cara menyimpannya hingga 3 minggu, tanpa dihidupkan sama sekali. Saat dihidupkan, semuanya bisa beroperasi normal, di bawah 1 detik sudah nyala,” jelas Dadan.

Ilustrasi Biodiesel – dok.Istimewa

Dari berbagai ujicoba yang sudah dilakukan, Dadan sangat yakin B30 bisa diimplementasikan per 1 Januari 2020 seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi kembali saya sampaikan, tidak hanya dari aspek kendaraan, tetapi dari sisi maintenance, B30 sudah lolos. Insya Allah akan start full nasional per 1 Januari 2020,” pungkas Dadan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan, instansinya sangat mendukung penggunaan B30.

“B30 itu adalah kebijakan negara. Kebijakan untuk memperkuat kedaulatan energi kita. Sosialisasi ini adalah untuk memastikan bahwa dampak pada lingkungan teruji ini bagus. Dari sini memberikan keyakinan semua tidak perlu ada modifikasi mesin atau modifikasi distribusi”, ucap Sujarwanto.

Road test B30 sendiri dimulai sejak 20 Mei 2019 dengan tujuan untuk mengkonfirmasi dampak penggunaan B30 pada kinerja kendaraan maupun biaya operasi dan pemeliharaan.

Sampel Biodiesel B20 – dok.ebtke.esdm.go.id

Ujicoba itu dilaksanakan oleh Badan Litbang ESDM dan BPPT dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, BPDPKS, Pertamina, Aprobi dan Gaikindo. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This