Produsen Baterai Listrik Asal AS Ionic Materials Investasi di RI

Produsen Baterai Listrik Asal AS Ionic Materials Investasi di RI
Ilustrasi, mobil listrik - dok.InsideEVs.

Jakarta, Motoris – Kebijakan pemerintah yang mengarah ke era mobil terelektrifikasi – mulai dari hybrid, plug-in hybrid, battery electric dan laiinya – telah membuat pabrikan yang terkait dengan produk itu kepincut untuk berinvestasi. Kabar terbaru menyebut pabrikan pembuat baterai listrik Ionic Materials juga berinvestasi di Tanah Air.

Kabar ini diungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika, saat ditemui di sela pembukaan Indonesia Modification Expo (IMX) 2019, di Jakarta, Sabtu (28/9/2019). “Kabar terbarunya, Ionic (Materials) sudah masuk ke sini (investasi). Ini (Ionic) menjadi salah satu diantara pabrikan lainnya,” tutur Putu saat ditanya soal perkembangan industri pembuat baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Putu juga memastikan, tiga pabrikan baterai mobil terbesar di dunia yakni Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) dari Cina, Panasonic dari Jepang, dan LG dari Korea, Selatan yang sebelumnya disebut-sebut juga sudah memastikan investasinya di Indonesia. “Sudah, CATL dan lainnya itu sudah,” kata dia tanpa bersedia menyebut nilai investasi dan mulai beroperasinya pabrik mereka.

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik – dok.Motoris

Ionic Materials adalah pabrik pembuat baterai untuk otor kendaraan listrik yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat. Spesailisasi pabrikan ini adalah inovasi pada baterai solid-state.

Baterai jenis ini diklaim berdaya energi tinggi yang lebih aman dan lebih murah ketimbang baterai yang ada saat ini. Menggunakan bahan polimer padat yang dipatenkan, Ionic Materials membuat baterai solid-state berharga terjangkau, namun berdaya tinggi sekaligus aman.

Bahkan. polimer elektrolit yang digunakan baterai Ionic hanya membutuhkan sel lithium-ion sedikit atau bahkan tanpa kobalt di katodanya. Berkat keunggulan ini sejumlah pabrikan otomotif dunia – termasuk Hyundai Motor melalui Hyundai Cradle – telah berinvestasi di pabrikan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, di Jakarta, Selasa (3/9/2019) menyebut CTAL, Panasonic, dan LG sudah menyatakan komiten investasi. Mereka, lanjut Luhut, tertarik mendirikan pabrik di Indonesia karena bahan baku pembuatan baterai – yakni kobalt – melimpah.

Ilustrasi, produksi baterai motor listrik CTAL – dok.China Daily News

Selain itu, produksi kobalt di Tanah Air terbilang lebih murah dibanding negara lain.“Kenapa (mau berinvestasi di Indonesia)? Karena kobalt-nya ada di Indonesia dan murah. Jadi, ngapain pergi ke tempat lain? Kan sederhana berpikirnya,” kata dia. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS