Tarif Ngecas Kendaraan Listrik di Jakarta Belum Jelas

Tarif Ngecas Kendaraan Listrik di Jakarta Belum Jelas
Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Tarif listrik untuk mengisi daya atau baterai kendaraan listrik di Stasoun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum resmi disahkan. Pertimbangannya, masih banyak yang harus dikaji dan dipersiapkan sampai akhirnya ditentukan besarannya untuk mengecas mobil atau sepeda motor listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta, Muhammad Ikhsan Asaad, mengatakan, kemungkinan jika menggunakan listrik PLN tarifnya Rp 1.650 per kWh. Namun, ketentuan itu belum putus, karena bisa lebih murah lagi atau justru sebaliknya.

“Jadi tarif resminya nanti akan diumumkan, karena masih digodok oleh menteri,” kata dia di Jakarta akhir pekan lalu.

Saat ini yang perlu dimatangkan adalah bagaimana membuat bisnis SPKLU dan tarif listrik tetap menarik. Sehingga, pada akhirnya bisa mendorong kepopuleran kendaraan listrik.

Skuter listrik Gesits saat dipamerkan di hajatan IES 2019 – dok.Motoris

“Kita harus membuat bagaimana bisnis ini menarik, kalau (tarif listrik) terlalu murah tidak ada yang investasi, kalau terlalu murah berapa tahun pengembaliannya, ini kan (SPKLU) mahal,” tutur dia.

Sebelumnya, Ikhsan mengatakan, melalui Perturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019, PLN ditunjuk sebagai penyedia listrik untuk kendaraan listrik. Namun PLN tidak bisa sendirian jika ingin kendaraan listrik cepat diterima.

Menurut dia, nantinya akan ada tiga skema bisnis SPKLU, yaitu COCO (Company Owned Company Operated), POPO (Partner Owned Partner Operated), dan COPO (Company Owned Partner Operated).(Kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This