Libas Jalur Sepeda di Jakarta Didenda 500 Ribu, Ini Dasarnya

Libas Jalur Sepeda di Jakarta Didenda 500 Ribu, Ini Dasarnya
Jalur lalu-lintas di Jalan Sudirman menuju Jalan MH Thamrin Jakarta, sisi kiri yang masih terdapat marka khusus jalur sepeda - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kepolisian Daerah Metro Jaya – yang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta – mulai pertengahan November mendatang memberlakukan larangan bagi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat untuk melintasi jalur sepeda. Jika tetap nekad akan ditindak dengan denda Rp 500.000.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir menyebut, denda sebesar itu bisa digantikan dengan hukuman kurungan badan. Lamanya, selama dua bulan.

“Sanksi ini mengacu pada aturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Jadi acuan atau aturan dan dasar hukumnya sudah sangat jelas sekali. Karena, nanti jalur sepeda juga akan dilengkapi dengan marka yang permanen,” tutur Nasir kepada Motoris, di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Beberapa pasal di Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menjadi acuan aturan ini, kata Nasir, adalah sebagai berikut :

Pasal 25
Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan berupa: g. fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki, dan penyandang cacat.

Ilustrasi, Jalur sepeda di Jakarta – dok.Poskotanews.com

Pasal 45
Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi: b. lajur sepeda.

Pasal 62
1. Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda.
2. Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

Sedangkan untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna sepeda, sudah dijamin oleh Pasal 106 dan Pasal 284. Khusus untuk Pasal 284, mengatur tentang pidana dan denda untuk pengguna kendaraan bermotor yang tidak mengutamakan keselamatan pengguna sepeda.

Pasal 106
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

Mulai November, sisi paling kiri di jalanan Jakarta tak bisa dilewati kendaraan bermotor karena hanya menjadi jalur sepeda – dok.Motoris

Pasal 284
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 287
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

“Jadi setelah diresmikan nanti, polisi yang bertugas dan melihat ada kendaraan yang melanggar maka akan langsung dikenakan tilang di tempat,” ungkap Nasir.(Kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This