Toyota Obral Bunga dan DP Ringan Kredit Fortuner Cs

Toyota Obral Bunga dan DP Ringan Kredit Fortuner Cs
Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo diluncurkan di gelaran GIIAS 2019 di ICE, Serpong, Tangerang - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Menjelang akhir tahun 2019 ini, PT Toyota Astra Motor (TAM) sejak Oktober ini menggelar program khusus penjualan. Mulai dari hadiah yang menggiurkan dalam pembelian unit hingga suku bunga dan uang muka (DP) kredit ringan ditawarkan.

Seperti diungkapkan Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandy, program ini dimaksudkan untuk menstimulasi minat konsumen melakukan pembelian. Cara seperti ini, kata Anton, digelar bukan karena situasi atau kondisi khusus, melainkan pogram biasa yang kerap dilakukan saban akhir tahun.

Meski, tak dipungkiri, cara ini juga bisa menjadi pendongkrak penjualan yang hingga September lalu – penjualan seluruh merek kendaraan di Tanah Air – masih lesu dibanding tahun sebelumnya. “Karena itu, sejak Oktober sampai Desember, kita (Toyota) menggelar program Spektakuler. Mulai dari undian hadiah iPhone versi terbaru sampai hadiah utama Toyota Alphard. Kita juga tawarkan DP (uang muka) dan interest rate (suku bunga kredit) ringan,” papar dia saat dihubungi Motoris, Selasa (15/10/2019) malam.

Besaran bunga 3,7% ditawarkan kepada konsumen yang melakukan pembelian secara kredit dengan tenor atau masa kredit tiga tahun. Bunga sebesar ini diberikan kepada mereka yang mengkredit mobil Toyota Avanza, Innova, dan Fortuner.

Toyota Innova yang dipajang di GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Untuk DP-nya juga ringan. Apalagi, Bank Indonesia (BI) kan sudah menyatakan ada relaksasi uang muka kredit kendaraan kan (mulai berlaku 2 Desember 2019),” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan BI sebagai otoritas moneter di Indonesia melakukan relaksasi atau pelonggaran kredit properti dan kendaraan bermotor. “BI juga melakukan pelonggaran FTV (financing to value) untuk kredit properti 5%. Uang muka kendaraan bermotor 5-10%,” kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Lebih tokcer ketimbang diskon
Ekonom Institute for Development on Economic (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai kebijakan mengerek turun suku bunga kredit dan uang muka jauh lebih tepat di saat daya beli masyarakat melemah. Pasalnya, dengan besaran cicilan yang murah, maka kesanggupan masyarakat masih ada.

“Karena dengan ekonomi yang masih belum bagus, kesanggupan konsumsi masyarakat juga menurun. Kalau kesanggupan anggaran untuk konsumsi terbatas, maka orang akan membuat skala prioritas. Tentu, keutuhan yang paling mendasar yang diutamakan. Minat beli masih ada, tetapi kesanggupan yang makin terbatas,” papar dia saat dihubungi, Selasa (15/10/2019).

Oleh karena itu, lanjut dia, kebijakan BI dengan merelaksasi sektor keuangan khususnya kredit konsumsi cukup memberi angina segar. Termasuk konsumsi di sektor otomotif. “Paling tidak ini memberikan ruang bagi lembaga keuangan bank maupun lembaga pembiayaan (leasing) untuk lebih leluasa menyalurkan kredit. Harapannya memang menstimulasi sektor konsumsi, karena konsumsi sangat tergantung pada daya beli,” jelas Bhima.

Toyota Avanza Merah Putih di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Pernyataan senada diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Menurutnya, dengan menurunkan suku bunga dan uang muka kredit, lebih dirasakan oleh konsumen dibanding pemberian diskon.

“Diskon memang penting, tetapi persoalan yang dihadapi masyarakat kan sekarang ini daya beli. Kemampuan membayar angsuran itu yang penting, sama bagaimana membayar uang mukanya. Tetapi ya syukur-syukur ada diskon harga. Tapi itu yang penting, angsuran dan uang muka. Ini terjadi hampir di semua segmen pasar (mulai dari kelas bawah hingga mobil premium),” kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (15/10/2019). (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This