Bisnis Angkutan Truk Moncer, Pura Trans Masuk Pasar Saham

Bisnis Angkutan Truk Moncer, Pura Trans Masuk Pasar Saham
Ilustrasi, armada truk milik Pura Trans - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Perusahaan jasa angkutan darat, PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans), akan menjual 33,95% sahamnya ke masyarakat (Initial Public Offering/IPO) melalui Bursa Efek Indonesia pada Desember nanti. Hasil penjualan yang ditargetkan Rp 195 miliar akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan menambah unit armada truk.

Seperti diungkapkan Direktur Utama Pura Trans, Ariel Wibisono, prospek jasa transportasi darat berbasis jalan masih sangat menjanjikan. Masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar menjadi pemicunya.

“Dalam beberapa tahun ke depan, populasi angkutan barang nasional diprediksi tumbuh 50% per tahun. Hal ini mendorong Pura Trans masuk pasar modal untuk mendapatkan pendanaan ekspansi,” papar Ariel dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).

Ariel menyebut, hasil penjualan saham ini akan memperkuat struktur permodalan. Perseroan bisa menambah armada truk untuk mempertahankan dominasi di bisnis jasa pengurusan transportasi (JPT) darat berbasis truk.

Terlebih, Pura Trans juga bertekad memperkuat jasa angkutan multimoda dengan menggandeng perusahaan pelayaran. Wilayah yang bisa dilayani semakin meluas.

Ilustrasi, truk Hino untuk sektor bisnis logistik atau kargo – dok.HMSI

“Langkah ini akan memperluas jangkauan pengiriman barang perseroan, dari saat ini Jawa dan Sumatera menjadi ke Kalimantan,” jelas dia.

Rencananya, 67 unit dan aksesorisnya,  serta 138 unit truk baru akan dibeli. Berbarengan dengan itu, modal kerja ditambah. Saat ini, Pura Trans memiliki total armada sebanyak 155 unit.

Armada yang terdiri dari truk Hino itu melayani dua segmen pengiriman barang, yakni proyek pembangunan dan distribusi komoditas serta barang jadi. Sejumlah perusahaan kondang telah menjadi klien perseroan, di antaranya PT SMART Tbk, PT Bakrie Building, PT Platinum Ceramics Industry, serta produsen air mineral Pristine, PT Kreasi Mas Indah.

Ilustrasi, angkutan truk di jalan – dok.Harianterbit.com

Adapun bertindak sebagai penjamin emisi efek atau underwriter dalam IPO ini adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas. Jika telah mendapat pernyataan praefektif, penawaran awal (bookbuilding) ditargetkan berlangsung November 2019. Sedangkan pencatatan saham (listing) di BEI diperkirakan Desember 2019. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This