Meski Lesu, Pertumbuhan Leasing RI Paling Cepat di Asia

Meski Lesu, Pertumbuhan Leasing RI Paling Cepat di Asia
Ilustrasi calon pelanggan Toyota tengah bertransaksi - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Hasil riset lembaga pemeringkat asal New York, Amerika Serikat – Moodys Investor Service – menyatakan, saat ini pertumbuhan bisnis lembaga pembiayaan kendaraan (leasing) di Indonesia tercatat paling cepat di Asia, selain India. Padahal, hingga Agustus lalu, pertumbuhan industri ini masih di bawah target alias lesu.

Seperti dilansir laman resmi Moodys, Sabtu (18/10/2019) lalu, laporan bertajuk “Vehicle finance companies – Indonesia, India: Liquidity risks lower for Indonesian lenders due to better profitability, asset quality,” itu menyipulkan multifinance Indonesia memiliki risiko likuiditas yang lebih rendah. Pasalnya, lembaga pembiayaan non bank itu memiliki kualitas aset dan profitabilitas yang lebih kuat.

“(Tingkat faktor) Risiko likuiditas lebih rendah untuk perusahaan pembiayaan kendaraan di Indonesia, meski mereka tergantung kepada pendanaan jangka pendek. Tetapi berkat profitabilitas dan kualitas aset yang lebih kuat pertumbuhan terus terjadi,” papar Analis Senior sekaligus Wakil Presiden Moody’s, Simon Chen.

Namun, lembaga itu juga memeri catatan, bahwa ketergantungan lembaga pembiayaan terhadap sumber ana jangka pendek sangat riskan. Terutama, jika terjadi perubahan kondisi ekonomi yang tiba-tiba memburuk di masyarakat.

Ilustrasi, Adira Finance Expo Serpong – dok.Motoris

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno mengaku, hingga Agustus lalu pertumbuhan bisnis leasing di Tanah Air baru mencapai 4,18%. Padahal, di awal tahun asosiasi mematok target pertumbuhan 6-7%.

“Karena bisnis kita ini kan juga tergantung kondisi bidang lain, terutama otomotif ya. Kalau kondisi sektor yang kita biaya turun, ya otomotis kita juga turun,” kata dia saat dihubungi Motoris beberapa waktu lalu.

Fakta menunjukan, hingga Agustus lalu, pertubuhan penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih – seperti diungkap dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) – hingga Agustus turun 13,5% menjadi 660.286 unit dibanding periodesama tahun lalu, yang masih sebanyak 763.444 unit. Meski penjualan sepeda motor masih tumbuh.

“Ya kalau leasing turun itu wajar. Karena sekitar 70% pembelian mobil itu menggunakan cara kredit,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Motoris, Senin (21/10/2019).

Ilustrasi, pengunjung IIMS tengah melihat-lihat mobil yang dipajang – dok.Motoris

Hanya, catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan hingga Agustus 2019 masih ada 40 perusahaan leasing yang memiliki ekuitas kurang dari Rp 100 miliar seperti yang ditetapkan dalam peraturan. Jumlah ini setara dengan 21,20% dari total jumlah perusahaan leasing di Indonesia yang sebanyak 183 perusahaan.

“Semua perusahaan pembiayaan yang modalnya kurang dari Rp 100 miliar ini merupakan perusahaan yang sudah lama beroperasi sebenarnya. Soal penyebab, karena keuangan pemiliknya yang sedang terbatas, model bisnisnya tidak tepat, ada pengelolaan risiko yang tidak tepat dan akhirnya merugi,” papar Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank OJK Bambang W. Budiawan saat dihubungi, akhir pekan lalu. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This