Produktifitas Truk Susut 40%, Karena Masalah Ini

Produktifitas Truk Susut 40%, Karena Masalah Ini
Ilustrasi, truk angkutan barang - dok.Heavy Duty Trucking

Jakarta, Motoris – Sejumlah pelaku bisnis angkutan truk di Indonesia mengaku tingkat utilitas atau operasional truk sehari-hari menyusut hingga 40% sejak lima tahun terakhir. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya penurunan pengoperasian truk tersebut, mulai dari kemacetan hingga sistem bongkar muat yang lambat.

“Jumlah permintaan memang naik kalau pas ekonomi membaik. Salahnya banyak ketidak efisienan dalam bongkar muat. Kemudai macet di jalan,” tutur Direktur PT Roda Utama Nusantara, Banten, Teguh Gunawan, saat dihubungi, Minggu (3/11/2019).

Sebelumnya, pernyataan senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pegusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman. Dia bahkan menyebut, jika di tahun 2014 atau sebelumnya, jumlah perjalanan atau trip truk bisa mencapai 20-25 kali dalam sebulan.

“Tetapi sekarang ini hanya 12-16 trip saja. Atau menurun sekitar 40%-an,” kata dia saat dihubungi belum lama ini.

Ilustrasi angkutan truk – dok.Istimewa

Seperti halnya, Teguh, dia juga menyebut maraknya kurir online dengan beragam armada turut mengempiskan order yang diterima angutan truk biasa. Selain itu, kemacetan di jalanan yang kerap ditemui dalam perjalanan telah menyita waktu truk lebih banyak.

“Kemacetan ini menjadikan waktu pergi-pulang juga meleset dari target. Sehingga, waktu ini habis di jalan. Akibatnya, produktifitas truk juga rendah karena utiitas yang rendah,” papar Kyatmaja.

Namun, faktor lain yang tidak kalah besar dalam memberi sumbangan keterlambatan pergi pulang truk adalah lambatnya bongkar-muat perusahaan pengguna jasa truk.  Ketidakefisienan proses tersebut bisa berdampak “domino” atau menimbulkan rentetan akibat yang berujung berkurangnya frekwensi perjalanan truk.

“Kalau mereka bisa lebih cepat bongkar muatnya, akan lebih efisien. Sehingga kami pun bisa lebih banyak mengangkut. Ini tantangan juga bagi kami, yaitu bagaimana bisa  berkolaborasi dengan  mereka agar bisa men-streamline proses yang mereka jalankan itu,” tutur Presiden Direktur Lookman Djaja Group itu. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This