Tarif 17 Ruas Tol Dikerek Naik, Cermati Besarannya

Tarif 17 Ruas Tol Dikerek Naik, Cermati Besarannya
Ilustrasi kemacetan lalu-lintas di jalan tol - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan ada 17 ruas jalan tol di Tanah Air yang telah dan akan dikerek naik tarifnya. Penaikan tarif ini disebut sebagai mekanisme biasa dua tahunan untuk menyesuaikan dengan tingkat inflasi yang tengah berjalan.

Seperti diungkapkan Kepala BPJT, Danang Parikesit, di Jakarta, Rabu (6/11/2019), dari 17 ruas tol yang tarifnya dinaikan itu, satu ruas di antaranya, yakni ruas Jakarta – Tangerang sudah memberlakukan tarif baru. “Tiga ruas lainnya saat ini sedang dalam proses penilaian oleh pemerintah,” kata dia.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini menyebut, saat ini tingkat inflasi nasional besarannya mencapai 3%. Dengan hitung-hitungan BPJT – termasuk melihat indikator lain yakni pertumbuhan ekonomi yang 5% saban tahun dalam dua tahun terakhir – maka kenaikan rata-rata tarif dari seluruh tuas tol itu mencapai 6,5%.

“Tetapi yang perlu dipahami, besaran kenaikan itu rata-rata, artinya ada yang kurang dari itu atau lebih. Ini kan besaran rata-rata ya, artinya dibagi secara rata. Sehingga, masing-masing ruas besaran (kenaikan tarif) berbeda-beda,” ujar Danang.

Ilustrasi, mengemudi mobil di jalan tol – dok.Motoris

Mantan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia ini menegaskan, para operator jalan tol memang memiliki hak sesuai jadwal dua tahunan untuk mengusukan kenaikan tarif di ruas yang dikelolanya.

Namun, pemerintah dan BPJT tidak akan dengan serta merta langsung menyetujuinya. BPJT, lanjut Danang, akan mengevaluasi aspek Standar Pelayanan Minumun (SPM) yang dijalankan di ruas-ruas tol yang tarifnya diusulkan naik itu. “Kalau tidak memenuhi SPM, ya kita tangguhkan (kenaikan tarifnya), sampai operator meenuhi standar itu,” imbuh dia.

Jakarta-Merak sudah naik
Sebelumnya, dengan dasar Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 874/KPTS/M/2019 tertanggal 20 September 2019, PT Jasa Marga telah mengerek tarif tol Jakarta-Merak. Meski, besaran tarif baru yang mulai berlaku 2 November itu ada yang naik dan turun.

Seperti diungkapkan di akun Instagram @official.jasamarga, akhir Oktober lalu, tarif untuk kendaraan golongan I atau kendaraan kecil naik sebesar Rp 2.000 yakni dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.500. Kenaikan tarif juga diberlakukan untuk kendaraan golongan II.

Ilustrasi, ruas tol Jakarta – Merak – dok.Youtube

Besaran kenaikan tarif untuk golongan ini juga sebesar Rp 2.000, yaitu dari Rp 9.500 menjadi Rp 11.500. Tetapi, untuk golongan III,IV, dan V tarifnya justeru dikerek turun.

Untuk golongan III turun Rp 500. Jika selama ini sebesar Rp 12.000, mulai 2 November nanti menjadi Rp 11.500. Sementara penurunan besaran tarif untuk kendaraan golongan IV, sebesar Rp 1.000, yakni dari 16.000 menjadi Rp 15.000.

Adapun penurunan tarif untuk golongan V yang terbesar, yakni Rp 5.000, yakni dari Rp 20.000 menjadi 15.000. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This