Dari Mobil dan Motor, Jakarta Raup Pajak Rp 8,36 T

Dari Mobil dan Motor, Jakarta Raup Pajak Rp 8,36 T
Ilustrasi, Land Rover Range Rover, salah satu mobil mewah yang dijual di Indonesia, termasuk Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun ini, pemerintah provinsi DKI Jakarta mematok target penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) senilai Rp 8,8 triliun. Dari nilai yang ditargetkan itu, hingga pekan ketiga Desember sudah tercapai 95% lebih atau sekitar Rp 8,36 triliun lebih.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faizal Syafruddin mengaku optimis target itu bakal tercapai seiring dengan langkah aparat BPRD yang bekerjasama dengan kepolisian melakukan penagihan pajak secara doo to door.

“Alhamdulillah, dari para pemilik yang kendaraannya masih menunggak pajak, sebagian telah membayarkannya. Sementara yang belum terus kita kejar, karena masih banyak juga. Dan nilainya lebih dari besar dari kekurangan (dari target). Jadi kalau merek bayar semua, bisa melebihi nilai yang kita targetkan,” tutur Faizal, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Data BPRD DKI Jakarta menunjukan, sepanjang tahun ini setidaknya ada 5,1 juta unit sepeda motor yang pajaknya belum dibayarkan oleh pemilik mereka. Nilainya tunggakan pajak tersebut ditaksir mencapai Rp 2,1 triliun.

Ilustrasi, sepeda motor melintas di Jalan Sudirman menuju Jalan MH Thamrin Jakarta – dok.Motoris

Tak hanya pemilik sepeda motor, pemilik mobil pun juga banyak yang menunggak pajak. Bahkan mobil mewah yang berharga mendekati Rp 1 miliar hingga di atas Rp 2 miliar.

1.100 mobil mewah menunggak
Di DKI Jakarta, lanjut Faizal, jumlah mobil mewah sebanyak 1.500 unit dengan nilai potensi pajak pada tahun ini sebesar Rp 48 miliar. Dari jumlah itu, Rp 13 miliar telah dibayarkan.

“Kan tadinya, sampai awal Desember masih ada 1.100 unit mobil mewah yang menunggak dengan total nilai Rp 37 miliar. Tapi, sampai kemarin, Jumat (20 Desember) sudah Rp 13 miliar masuk. Artinya masih ada tunggakan Rp 35 miliar,” kata dia.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menilai pendapatan langsung maupun tidak langsung dari kendaraan bermotor yang potensial diterima pemerintah DKI Jakarta memang besar. Maklum, sekitar 30-32% penjualan mobil nasional terserap di wilayah ini.

Ilustrasi, Ferrari California di IIMS 2019 – dok.Motoris

“Tetapi keuntungan yang tidak kalah besar, juga berasal dari pendapatan tidak langsung tetapi berdampak ke perekonomian. Misalnya, hadirnya toko suku cadang dan aksesoris, jasa perbengkelan, perawatan mobil dan lain-lain. Jadi, kalau kemudian ada kebijakan yang memberatkan pembelian, justeru pemerintah akan rugi. Karena ini menyangkut pendapatan mereka,” ungka Jongkie yang dihubungi akhir pekan lalu. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This