Ini Syarat Mobil Kena Banjir Bisa Klaim Asuransi

Ini Syarat Mobil Kena Banjir Bisa Klaim Asuransi
Ilustrasi mobil terendam banjir - dok.True Activist

Jakarta, Motoris – Klaim asuransi mobil – bahkan dengan paket all risk pun – bisa dengan serta merta diklaim ketika mobil nasabah mengalami masalah karena terkenda dampak atau terendam banjir. Ada syarat dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh pemilik polis asuransi.

“Syarat pertama, tentu para pemegang polis atau nasabah yang mengasuransikan mobilnya memasukan perlindungan terhadap risiko banjir juga masuk dalam cakupan coverage dari asuransi yang mereka beli. Biasanya, itu di laur paket reguler yang disediakan selama ini. Sehingga, istilahnya mereka melakukan perluasan cakupan coverage dari asurani mobil mereka,” ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody Dalimunthe saat dihubungi di Jakarta, Kamis (1/1/2020).

Tentu, kata Dody, biaya atau harga untuk asuransi yang diperluas itu juga berbeda. Jadi, adanya perluasan coverage yang memproteksi dari dapak banjir itu, syarat utama untuk klaim.

Pernyataan senada diungkapkan Senior Vice President Communication PT Asuransi Astra Buana atau Garda Oto, Laurentius Iwan Pranoto, saat dihubungi Kamis (2/1/2020). Kerusakan akibat bencana alam banjir, kata dia, hanya akan bisa di- cover asuransi, jika polis jaminan asuransinya telah diperluas.

Klaim asuransi mobil yang nekat menerobos banjir padahal kondisi tidak memungkinkan bisa gugur – dok.ABC.com

“Jadi, kalau kita beli mobil dan kemudian ada tawaran asuransi, sebaiknya dipertimbangkan apakah yang all risk atau total loss only. Untuk yang all risk pun juga perlu apakah sudah bencana alam termasuk banjir juga masuk dalam jaminan perlindungan atau belum. Jika belum, sebaiknya diperluas. Tetapi, setahu saya, secara reguler, umumnya asuransi belum memasukannya,” papar Iwan.

Baik Iwan maupun Dody juga mengingatkan, meski cakupan jaminan asuransi sudah diperluas termasuk banjir, namun ada kondisi tertentu yang menyebabkan klaim bisa gugur. Kondisi itu adalah unsur kesengajaan.

“Misalnya, sudah mengetahui kondisi banjir atau genangan air yang akan dilalui tidak memungkinan untuk mengengdarai mobil, tetapi pemilik tetap nekat. Atau bahkan memang sengaja. Nanti, setelah mereka melaporkan kejadian itu, dan mengklaim, petugas akan melakukan pemeriksaan dan melakukan uji kronologi dan forensik. Dari situlah akan ketahuan ada unsur kesengajaan atau tidak,” jelas Dody.

Ilustrasi, mobil terendam banjir – dok.USA Today

Hanya sayang, hingga saat ini orang yang memperluas cakupan perluasan jaminan asuransi kendaraan mereka di Indonesia masih minim atau bahkan sangat jarang. Mungkin, masyarakat banyak yang beralasan bencana banjir tak terjadi setiap hari atau bahkan setiap bulan.

“Memang, awareness masyarakat untuk mengasuransikan mobilnya itu relatif kecil. Kan asuransi ini masuk ke asuransi umum ya. Nah, penetrasi asuransi seperti ini baru 0,4%. Orang mengasuransikan mobilnya, karena secara umum saat pembelian asuransi masuk dalam paket harga pembelian. Itu pun yang paling banyak, cakupannya total loss only,” terang Dody. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This